Basarnas Tutup Operasi SAR Gempa Flores Usai Tanggap Darurat Berakhir
Basarnas resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores M 7,7 pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 18.00 WITA, seiring berakhirnya masa perpanjangan tanggap darurat dan beralihnya penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur ke tahap transisi…
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores magnitudo 7,7 pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 18.00 WITA, seiring berakhirnya masa perpanjangan tanggap darurat di Nusa Tenggara Timur.
Penutupan operasi disampaikan Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, dalam keterangan pers yang diterima media pada 13 September 2026. Menurut Fathur, Operasi SAR Gempa 7,7 SR ditutup bersamaan dengan berakhirnya perpanjangan masa tanggap darurat yang berlangsung sejak 29 Agustus hingga 12 September 2026.
Gempa tektonik bermagnitudo 7,7 berpusat di wilayah Nagekeo, Flores, terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 05.58 WITA. Sejak hari pertama, Basarnas bersama tim gabungan melaksanakan operasi pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban di sejumlah kabupaten terdampak.
Fathur menjelaskan, keputusan menutup operasi diambil setelah masa tanggap darurat berakhir dan aktivitas gempa susulan menurun. Penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur selanjutnya diarahkan memasuki tahap transisi pemulihan, sesuai kebijakan Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten terdampak.
Operasi SAR selama 29 hari
Operasi SAR Gempa Flores berlangsung selama 29 hari, terhitung sejak gempa utama pada 15 Agustus 2026 hingga penutupan pada 12 September 2026. Selama periode tersebut, Basarnas mengoordinasikan unsur-unsur SAR gabungan dari berbagai lembaga dan organisasi.
Unsur yang terlibat dalam operasi antara lain TNI dan Polri, pemerintah daerah di Flores, Palang Merah Indonesia, relawan, serta berbagai potensi SAR lainnya. Mereka melakukan pencarian korban di reruntuhan bangunan, evakuasi medis, dan pendistribusian bantuan ke lokasi-lokasi terdampak.
Basarnas juga mengoperasikan helikopter Dauphin untuk mendukung evakuasi medis, mobilisasi tim penanganan korban, dan pengiriman logistik ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Dukungan udara ini menjadi salah satu moda utama untuk menjangkau korban di daerah terpencil.
Dalam keterangannya, Fathur menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat atas kerja sama dan dedikasi selama pelaksanaan operasi. Penutupan operasi SAR menandai berakhirnya fase pencarian dan pertolongan terstruktur, namun bukan akhir dari penanganan bencana di Flores.
Transisi ke pemulihan
Pemerintah Provinsi NTT sebelumnya menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi di provinsi tersebut selama 14 hari, dari 15 hingga 28 Agustus 2026. Setelah evaluasi, masa tanggap darurat diperpanjang hingga 12 September 2026 sebelum daerah terdampak mulai memasuki tahap transisi darurat ke pemulihan.
Seiring berakhirnya masa perpanjangan tanggap darurat, penanganan bencana beralih ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi dan lembaga terkait memfokuskan langkah pada pemulihan layanan dasar, perbaikan infrastruktur, dan penataan hunian warga terdampak.
Basarnas menegaskan, penutupan Operasi SAR Gempa Flores tidak menutup kemungkinan dilakukannya operasi pencarian dan pertolongan baru. Fathur menyatakan operasi dapat dibuka kembali apabila ada permintaan evakuasi atau laporan penemuan korban, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Mekanisme tersebut memberi ruang bagi Basarnas dan unsur SAR untuk merespons laporan baru secara situasional, meski fase tanggap darurat telah berakhir dan wilayah terdampak memasuki masa transisi pemulihan.
Sumber
- RRI.co.id - Basarnas Tutup Operasi SAR Gempa Flores setelah 29 Hari
- IDN Times NTB - Basarnas Resmi Tutup Operasi SAR Gempa Flores Magnitudo 7,7
- MediaIndonesia.com - Tanggap Darurat Gempa di Flores Berakhir, Kini Masuk Pemulihan
- Metrotvnews.com - Basarnas Evakuasi 3 Korban Tertimpa Bangunan Runtuh Akibat Gempa NTT
- CNNIndonesia.com - Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa NTT Selama 14 Hari
- IndonesiaSatu.co
Berita berikutnya
BULOG NTT Salurkan 1,57 Juta Kg Beras Pascagempa Flores
Perum BULOG Kanwil Nusa Tenggara Timur menyalurkan bantuan beras dan minyak goreng ke tujuh kabupaten di Pulau Flores hingga 11 September 2026.
Baca juga



