Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 10 Oktober 2026

Manggarai Barat Perluas Pangan Lokal untuk Menu MBG

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memperluas dorongan pangan lokal untuk menu MBG ke sentra pertanian dan peternakan. Tuna menjadi salah satu potensi perikanan daerah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tangkapan dekat beberapa ekor ikan segar dengan mata jernih dan sisik mengilap.
Ilustrasi: Tangkapan dekat beberapa ekor ikan segar dengan mata jernih dan sisik mengilap. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) agar pangan lokal menjadi menu utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pembaruan laporan pada 7 Oktober 2026 menegaskan perluasan pemanfaatan pangan lokal ke sentra pertanian dan peternakan untuk membuka pasar bagi produsen lokal.

Untuk wilayah kepulauan, ikan dinilai dapat menjadi sumber protein utama karena banyak warga bekerja sebagai nelayan. Manggarai Barat juga memiliki potensi perikanan besar, termasuk tuna yang disebut sebagai salah satu komoditas unggulan daerah dan dipasarkan hingga ke luar negeri.

Dorongan itu mencakup hasil pertanian dan peternakan dari daerah-daerah yang menjadi sentra produksi. Pemanfaatannya diharapkan membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus membuat ekonomi nelayan, petani, dan peternak lokal tumbuh bersama program MBG.

Pangan lokal membuka pasar bagi produsen Manggarai Barat

Bagi pembaca di Labuan Bajo dan kecamatan lain di Manggarai Barat, kebijakan menu berbasis bahan setempat berkaitan langsung dengan rantai pasok pangan. Produk nelayan, petani, dan peternak berpeluang masuk ke kebutuhan makanan bergizi apabila pengadaan dilakukan secara konsisten dan memenuhi standar kesehatan.

Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin meminta kearifan lokal dipertimbangkan dalam penyusunan menu dan porsi pangan masyarakat setempat diperbesar. Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah merespons dengan meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Manggarai Barat mengutamakan pangan lokal, termasuk ikan.

Mutu dan keamanan makanan tetap menjadi syarat pelaksanaan. SPPG diminta berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, termasuk melalui Rumah Potong Hewan, agar bahan dan proses pengolahan memenuhi standar kesehatan. Laporan juga menyebut kebersihan perlu dijaga sejak pengadaan bahan hingga penyajian.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.