ASDP Sesuaikan Pelayaran Labuan Bajo Berdasarkan Pemantauan Cuaca
ASDP Indonesia Ferry menyatakan pemantauan cuaca dan koordinasi dengan BMKG serta otoritas pelabuhan menjadi dasar penyesuaian pelayaran, termasuk di Labuan Bajo, untuk menjaga keselamatan penumpang dan kendaraan saat terjadi cuaca ekstrem.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry menyatakan pemantauan kondisi cuaca dan alur pelayaran menjadi dasar keputusan operasional kapal, termasuk di lintasan kawasan timur Indonesia. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada prakiraan dan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta koordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk menjaga keselamatan penumpang dan kendaraan.
Dalam sejumlah pernyataan resmi pada 2023, manajemen ASDP menjelaskan bahwa sebelum kapal feri berlayar, perusahaan memonitor perkembangan cuaca dan potensi gelombang tinggi yang disampaikan BMKG serta berkoordinasi dengan aparat kepolisian, TNI, dan otoritas pelabuhan di lintasan terkait. Menurut Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin, langkah tersebut ditempuh agar perjalanan aman dan lancar sampai tujuan.
Pemantauan sebelum kapal berangkat
ASDP menyebut pemantauan dilakukan dengan membandingkan kondisi lapangan dengan informasi prakiraan dan peringatan dini BMKG. Dengan dasar tersebut, jadwal dan pola pelayaran dapat disesuaikan jika terjadi cuaca ekstrem atau gelombang tinggi di wilayah perairan.
BMKG sebagai otoritas meteorologi nasional menyediakan informasi prakiraan cuaca harian, peringatan dini hujan lebat, angin kencang, dan potensi gelombang tinggi melalui kanal resmi daring. Informasi ini menjadi rujukan bagi operator pelayaran, termasuk layanan penyeberangan feri, untuk menilai tingkat risiko sebelum keberangkatan.
Dalam praktik di pelabuhan, Kementerian Perhubungan melalui direktorat terkait menetapkan bahwa pemilik, operator, dan nakhoda kapal wajib memantau kondisi cuaca sekurang-kurangnya beberapa jam sebelum keberangkatan dan melaporkan hasilnya kepada syahbandar saat mengajukan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Ketentuan ini menjadi bagian dari prosedur standar keselamatan pelayaran, termasuk di kawasan Labuan Bajo.
Penyesuaian layanan saat cuaca buruk
ASDP menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan kendaraan menjadi pertimbangan utama ketika cuaca tidak mendukung pelayaran. Perusahaan menyatakan siap menunda atau menyesuaikan layanan jika prakiraan BMKG dan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan risiko gelombang tinggi yang membahayakan.
Manajemen ASDP juga memastikan kelengkapan alat keselamatan di kapal, seperti sekoci, rakit penolong, alat pemadam kebakaran, dan jaket pelampung, sesuai prosedur operasi standar. Peralatan ini harus dalam kondisi baik dan siap digunakan jika terjadi keadaan darurat selama pelayaran.
ASDP menyebut informasi kepada pengguna jasa akan disampaikan bila terjadi keterlambatan atau penyesuaian layanan akibat cuaca ekstrem. Penyampaian dilakukan melalui kanal informasi perusahaan dan koordinasi di pelabuhan agar penumpang dapat menyesuaikan rencana perjalanan.
Peran BMKG di Labuan Bajo
BMKG mengoperasikan Stasiun Meteorologi Komodo di Kabupaten Manggarai Barat sejak 1997 untuk menyediakan layanan informasi cuaca bagi penerbangan, pelayaran, dan masyarakat di wilayah tersebut. Stasiun ini menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, dan pelaku usaha pariwisata dalam membaca perkembangan cuaca di Labuan Bajo dan sekitarnya.
Selain prakiraan harian, BMKG menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang dapat memengaruhi aktivitas pelayaran di Nusa Tenggara Timur. Informasi tersebut digunakan sebagai dasar perencanaan dan penyesuaian operasional oleh operator kapal dan pemangku kepentingan lain di kawasan Labuan Bajo.
Sumber
- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) – Publikasi & Media: "ASDP Waspadai Cuaca Ekstrim di Lintas Merak-Bakauheni"
- BMKG – Siaran Pers: "BMKG Siap Mendukung Pariwisata di Labuan Bajo dan Pulau Komodo"
- Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan: "Begini Yang Kemenhub Lakukan Dalam Meningkatkan Keselamatan Pelayaran di Labuan Bajo"
Berita berikutnya

KSOP Labuan Bajo Periksa Kesiapan Kapal Wisata dan Sosialisasikan Keselamatan
KSOP Kelas III Labuan Bajo memeriksa kesiapan kapal wisata dan menyosialisasikan keselamatan pelayaran di perairan Manggarai Barat. KLM Ratana disebut…
Baca juga




