23 Personel Polri Antar Bantuan Gempa ke Pasir Panjang Lewat Laut
Sebanyak 23 personel gabungan Polri menembus jalur laut untuk menyalurkan logistik bagi warga terdampak gempa di Dusun Pasir Panjang, Desa Pontianak, Kecamatan Boleng.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — — Sebanyak 23 personel gabungan Polri menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak gempa bumi di Dusun Pasir Panjang, Desa Pontianak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 5 September 2026. Bantuan diangkut lewat laut karena akses darat menuju dusun pesisir itu terbatas dan tidak dapat dilalui kendaraan bermotor, menurut laporan RRI dan keterangan aparat kepolisian setempat.
Operasi kemanusiaan tersebut melibatkan personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Manggarai Barat yang didukung Ditpolairud Polda NTT serta Korpolairud Baharkam Polri. Tim berangkat dari Dermaga Marina Waterfront Labuan Bajo menggunakan Kapal Patroli (KP) Padar 3018 milik Ditpolairud Polda NTT dan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 sebagai armada pendukung.
Perjalanan laut dari Labuan Bajo menuju perairan Pasir Panjang ditempuh sekitar dua jam. Kapal patroli tidak dapat merapat ke daratan karena belum tersedia dermaga atau pelabuhan yang memadai untuk kapal berukuran besar di kawasan tersebut.
Bantuan dipindahkan di tengah laut
Setibanya di perairan Pasir Panjang, bantuan logistik dipindahkan secara bertahap dari KP Padar 3018 ke perahu nelayan setempat dan armada RIB di tengah laut, sebelum diangkut ke bibir pantai. Menurut Kasat Polairud Polres Manggarai Barat IPTU Leonardo Marpaung, jalur laut dipilih agar bantuan kebutuhan dasar warga dapat tiba secara cepat dan aman di wilayah pesisir yang sulit dijangkau melalui darat.
IPTU Leonardo menjelaskan, akses darat menuju dusun itu sangat terbatas dan tidak bisa dilalui kendaraan. Kerja sama dengan nelayan lokal dimanfaatkan untuk memindahkan muatan dari kapal patroli ke pantai Pasir Panjang.
RRI menyebut jarak akses darat dari pusat Kabupaten Manggarai Barat menuju Dusun Pasir Panjang sekitar 140 kilometer dengan medan terjal dan melewati kawasan hutan. Keterangan kepolisian setempat menegaskan jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat sehingga distribusi bantuan dipusatkan melalui jalur laut.
Rincian logistik dan penyaluran
Dalam operasi ini, tim membawa berbagai jenis bantuan logistik untuk warga terdampak gempa. Rincian bantuan meliputi 60 karung beras SPHP, 20 dus mi instan, dan lima dus biskuit Roma Malkist. Untuk kebutuhan tidur dan sanitasi, disalurkan satu bal selimut, satu bal handuk, dan 10 dus tisu kering.
Bantuan juga mencakup pakaian layak pakai, yaitu 210 potong pakaian anak laki-laki, 130 potong daster dan pakaian wanita, serta 100 potong sarung dewasa. Menurut pemberitaan lokal, bantuan dibawa untuk menjawab kebutuhan pangan, sandang, dan sanitasi warga di wilayah pesisir yang terdampak gempa.
Logistik tersebut diserahkan secara simbolis kepada tokoh masyarakat Dusun Pasir Panjang untuk kemudian didistribusikan kepada keluarga yang terdampak. Media lokal yang mengutip keterangan kepolisian menyebutkan bahwa penyaluran dilakukan secara adil dan merata kepada kepala keluarga, meski tidak merinci jumlah penerima bantuan.
Apresiasi warga dan tindak lanjut
Tokoh masyarakat setempat yang diwawancarai media lokal menyampaikan apresiasi atas upaya kepolisian menembus jalur laut untuk mengirim bantuan ke dusun pesisir yang terisolasi. Ia menilai bantuan berupa beras, makanan, dan pakaian membantu meringankan beban warga setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Kepolisian daerah menyatakan akan terus memantau kondisi masyarakat terdampak gempa melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan di wilayah pesisir Boleng. Satuan Polairud kembali dikerahkan dalam beberapa operasi berikutnya untuk menyalurkan bantuan ke wilayah lain di Desa Pontianak, termasuk Pulau Longos, sebagai bagian dari tanggap darurat gempa bumi di Flores bagian barat.
Peristiwa pengiriman bantuan ke Dusun Pasir Panjang menunjukkan keterkaitan antara penanganan bencana dan kondisi infrastruktur pesisir. Tanpa dermaga yang dapat disandari kapal pengangkut, proses bongkar muat bantuan harus dilakukan berlapis dan bergantung pada perahu nelayan lokal, sementara armada kepolisian menjadi penghubung logistik dari pusat kabupaten ke wilayah pesisir yang terisolasi.
Sumber
Berita berikutnya
Kemenag NTT Catat 509 Rumah Ibadah Terdampak Gempa Flores
Kementerian Agama NTT mencatat 509 rumah ibadah di Flores terdampak gempa hingga 3 September 2026. Data masih diverifikasi karena gempa susulan berpot…
Baca juga



