UGM dan Jurnal Ilmiah Pariwisata Sama-sama Soroti Dampak Ekonomi TN Komodo
Tesis Universitas Gadjah Mada dan kajian Jurnal Ilmiah Pariwisata sama-sama menunjukkan pariwisata Taman Nasional Komodo berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi Manggarai Barat, meski keduanya memakai data dan metode berbeda.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Tesis Universitas Gadjah Mada menyebut aktivitas pariwisata di Taman Nasional Komodo berperan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Manggarai Barat. Kajian itu, yang terdaftar sebagai tesis magister tahun 2018, menyoroti munculnya objek wisata baru, pembukaan lapangan kerja, dan pengaruh terhadap sektor ekonomi lain.
Dalam ringkasan tesis di repositori UGM, tujuan penelitian dirumuskan untuk mengkaji peran aktivitas pariwisata di Taman Nasional Komodo terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah Manggarai Barat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Ringkasan itu juga menyebut pertumbuhan ekonomi dilihat dari Pendapatan Asli Daerah, Produk Domestik Regional Bruto, dan angka partisipasi angkatan kerja.
Hasil penelitian dalam repositori UGM menyatakan kehadiran obyek wisata di Taman Nasional Komodo memberi pengaruh pada munculnya obyek wisata baru, membuka lapangan pekerjaan, dan memengaruhi pertumbuhan sektor-sektor ekonomi lainnya. Temuan itu konsisten dengan artikel di Jurnal Ilmiah Pariwisata yang pada 2022 menulis bahwa keberadaan Taman Nasional Komodo berdampak pada peningkatan perekonomian pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sebesar Rp 533,3 miliar sampai September 2019.
Temuan dalam kajian 2022
Artikel Jurnal Ilmiah Pariwisata yang mengulas keberlanjutan Taman Nasional Komodo menggunakan indikator McKinsey dan Global Sustainable Tourism Council 2019. Kajian itu menilai pengelolaan destinasi berada pada angka 93 persen dan dikategorikan sangat baik.
Dalam kajian yang sama, keberlanjutan sosial-ekonomi berada pada 62,5 persen, kelestarian lingkungan 52,3 persen, dan keberlanjutan budaya 31 persen. Penulisnya juga mencatat pengelolaan taman nasional masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dan belum sepenuhnya mencapai sistem pengelolaan strategis.
Meski demikian, angka-angka tersebut berasal dari penilaian keberlanjutan pada periode kajian, bukan ukuran langsung untuk menilai kondisi ekonomi Manggarai Barat pada tahun berjalan. Karena itu, hasil tesis UGM dan kajian 2022 lebih tepat dibaca sebagai gambaran akademik tentang hubungan pariwisata dan ekonomi di kawasan Komodo.
Konteks kawasan
Manggarai Barat merupakan wilayah yang menjadi pintu masuk wisatawan menuju kawasan Taman Nasional Komodo. Dalam tesis UGM, posisi itu disebut membuat daerah ini paling terdampak oleh keberadaan taman nasional.
Kajian di Jurnal Ilmiah Pariwisata juga mencatat Taman Nasional Komodo menjadi salah satu destinasi prioritas pengembangan pariwisata nasional. Latar itu menjelaskan mengapa aktivitas wisata di kawasan ini terus dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi daerah, lapangan kerja, dan perkembangan usaha turunan di Labuan Bajo dan sekitarnya.
Data yang tercantum dalam dua kajian:
- 2018: tesis UGM tentang peran aktivitas pariwisata di Taman Nasional Komodo terhadap pertumbuhan ekonomi Manggarai Barat.
- Rp 533,3 miliar: nilai yang disebut dalam artikel 2022 sebagai dampak pada perekonomian Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sampai September 2019.
- 93 persen: penilaian pengelolaan destinasi dalam kajian keberlanjutan.
- 62,5 persen: keberlanjutan sosial-ekonomi.
- 52,3 persen: kelestarian lingkungan.
- 31 persen: keberlanjutan budaya.
Penelitian-penelitian itu sama-sama menunjukkan hubungan kuat antara pariwisata Komodo dan ekonomi daerah, tetapi keduanya memakai metode dan indikator berbeda. Tesis UGM menekankan peran aktivitas pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah, sedangkan kajian 2022 menilai keberlanjutan destinasi dari sejumlah aspek pengelolaan.
Jika dilihat bersama, dua kajian ini memberi gambaran bahwa pariwisata Komodo bukan hanya soal kunjungan wisata, melainkan juga soal lapangan kerja, struktur usaha lokal, dan kapasitas pengelolaan destinasi di Manggarai Barat.
Sumber
Berita berikutnya

Kemendikdasmen: Manggarai Barat Punya 81 SMP, Komodo Terbanyak
Data Referensi Kemendikdasmen mencatat 81 SMP di Kabupaten Manggarai Barat yang tersebar di 12 kecamatan. Komodo memiliki 13 sekolah, terbanyak di ant…
Baca juga




