Seberapa Jauh Manggarai Barat Sudah Menikmati Air Minum Layak dan Sanitasi Aman?
Akses air minum layak dan sanitasi aman di Manggarai Barat sudah di atas rata-rata Nusa Tenggara Timur, tetapi belum merata di semua wilayah layanan puskesmas.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Akses air minum layak dan sanitasi aman di Manggarai Barat sudah tinggi menurut data resmi, tetapi belum merata di semua kecamatan dan puskesmas. Menurut Badan Pusat Statistik Manggarai Barat, 88,10 persen rumah tangga memiliki akses air minum layak pada 2023. Menurut Dinas Kesehatan Manggarai Barat, 91,2 persen penduduk memiliki akses sanitasi layak pada 2022.
Apa yang dimaksud akses air minum layak dan sanitasi aman?
Badan Pusat Statistik Manggarai Barat mendefinisikan akses air minum layak sebagai rumah tangga yang sumber air minum utamanya berasal dari leding, sumur bor atau pompa, sumur terlindung, mata air terlindung, hydrant umum, keran umum, terminal air, penampungan air hujan, dan sejenisnya, yang memenuhi syarat teknis dan kesehatan menurut publikasi Susenas 2023 BPS Manggarai Barat, 2023.
Dinas Kesehatan Manggarai Barat mendefinisikan sanitasi layak atau jamban sehat sebagai fasilitas pembuangan tinja yang memenuhi syarat kesehatan, permanen, dilengkapi septic tank atau sistem pembuangan yang aman, termasuk akses berbagi jamban sehat, menurut Profil Kesehatan Manggarai Barat 2022 yang diterbitkan Dinas Kesehatan Manggarai Barat, 2022.
Seberapa besar rumah tangga di Manggarai Barat yang sudah menikmati air minum layak?
Menurut publikasi Badan Pusat Statistik Manggarai Barat berbasis Susenas 2023, 88,10 persen rumah tangga di Manggarai Barat memiliki akses terhadap sumber air minum layak pada 2023. Angka ini dihitung dari rumah tangga yang menggunakan sumber air minum utama seperti leding, sumur bor atau pompa, sumur terlindung, dan mata air terlindung, sebagaimana dijelaskan BPS Manggarai Barat, 2023.
Dalam publikasi yang sama, BPS Manggarai Barat mencatat 51,89 persen rumah tangga menggunakan sumur atau mata air terlindung sebagai sumber air minum utama pada 2023, sementara sisanya memanfaatkan leding dan sumber layak lain. Data ini menunjukkan ketergantungan besar rumah tangga pada sumber air tanah dan mata air di Manggarai Barat, menurut BPS Manggarai Barat, 2023.
Bagaimana kondisi sanitasi layak di Manggarai Barat?
Menurut Profil Kesehatan Manggarai Barat 2022 terbitan Dinas Kesehatan Manggarai Barat, pada 2022 terdapat 242.897 jiwa atau 91,2 persen penduduk yang memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi layak berupa jamban sehat. Dinas Kesehatan Manggarai Barat juga mencatat 23.469 jiwa atau 8,8 persen penduduk belum mengakses sanitasi layak pada 2022.
Dokumen yang sama mencatat 16.563 sarana jamban sehat permanen dengan 69.598 jiwa penduduk yang mengaksesnya pada 2022, menurut Dinas Kesehatan Manggarai Barat, 2022. Sebagian penduduk lain mengakses jamban sehat melalui skema berbagi fasilitas di satu rumah atau lokasi.
Apakah akses air minum dan sanitasi sudah merata di semua wilayah?
Profil Kesehatan Manggarai Barat 2022 menunjukkan ketimpangan antar wilayah layanan puskesmas. Dinas Kesehatan Manggarai Barat mencatat cakupan keluarga dengan akses sanitasi layak mencapai 100 persen di Puskesmas Waning dan Puskesmas Wersawe pada 2022, sementara cakupan terendah untuk sanitasi layak berada di Puskesmas Wae Nakeng dengan 76,3 persen, menurut Dinas Kesehatan Manggarai Barat, 2022.
Untuk air minum memenuhi syarat, Dinas Kesehatan Manggarai Barat mencatat cakupan tertinggi di Puskesmas Ranggu dengan 78,9 persen pada 2022. Beberapa puskesmas seperti Nangalili Terang, Werang, Lembor Sepang, Datak, dan Tentang masih mencatat cakupan sarana air minum memenuhi syarat yang rendah, menurut Profil Kesehatan Manggarai Barat 2022.
Bagaimana posisi Manggarai Barat dibanding Nusa Tenggara Timur?
Menurut publikasi Statistik Air Bersih Provinsi Nusa Tenggara Timur 2023 terbitan Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur, rata-rata persentase rumah tangga dengan akses terhadap air minum layak di 22 kabupaten dan kota di NTT tercatat sebesar 87,24 persen pada 2023. Angka ini dihitung dari data Susenas dan disajikan BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2023.
Di dalam publikasi tersebut, BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat Kota Kupang sebagai wilayah dengan persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap air minum layak tertinggi, sebesar 99,26 persen pada 2023. Dengan capaian 88,10 persen rumah tangga berakses air minum layak pada 2023, Manggarai Barat berada sedikit di atas rata-rata provinsi NTT, menurut BPS Manggarai Barat, 2023 dan BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2023.
Apa risiko sosial dan kesehatan jika akses air minum dan sanitasi masih terbatas?
Dalam Profil Kesehatan Manggarai Barat 2022, Dinas Kesehatan Manggarai Barat menegaskan bahwa air kemasan, air dari penjual keliling, serta air dari sumur atau mata air tak terlindung tidak termasuk dalam kriteria akses air minum layak dan bersih karena risiko kontaminasi. Paparan air minum yang tidak memenuhi syarat dapat meningkatkan risiko diare dan penyakit berbasis air lainnya, menurut Dinas Kesehatan Manggarai Barat, 2022.
Dalam kajian statistik terapan yang menggunakan data Hasil Survei Status Gizi Indonesia 2023 dan data akses air minum layak dari publikasi Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2023, peneliti yang berafiliasi dengan Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur menemukan bahwa variabel lingkungan seperti akses air minum layak dan sanitasi berhubungan dengan prevalensi stunting balita di NTT, menurut Jurnal Statistika Terapan BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2023.
Temuan ini menempatkan akses air minum layak dan sanitasi aman sebagai isu sosial dan kemanusiaan utama untuk kesehatan anak di Manggarai Barat dan NTT.
Sumber
- Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur – Statistik Air Bersih Provinsi Nusa Tenggara Timur 2023
- Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat – Profil Kesehatan Manggarai Barat 2022
- Jurnal Statistika Terapan BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur – Artikel Pengaruh Variabel Sosioekonomi dan Lingkungan Terhadap Prevalensi Stunting Balita di Nusa T
Baca berikutnya
Terbaru di Sosial & Kemanusiaan
NU Care-LAZISNU Sikka Salurkan Bantuan untuk 50 Keluarga Terdampak Gempa Flores
NU Care-LAZISNU Sikka menyalurkan bantuan logistik dari PCINU Korea Selatan kepada 50 kepala keluarga terdampak gempa Flores di tiga titik Kabupaten S…
Berita utama hari ini

Baca juga




