Pemkab Mabar Lanjutkan Pasar Murah Beras di Batu Cermin
Pemkab Manggarai Barat masih mencantumkan pasar murah beras di Pasar Batu Cermin hingga 30 Oktober 2026. Pasokan SPHP diusulkan satu ton per hari, atau total empat ton.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyiapkan pasar murah beras di Pasar Batu Cermin pada 27–30 Oktober 2026, pukul 09.00–12.00 WITA. Informasi resmi Pemkab Mabar yang diperbarui 29 Oktober 2026 masih mencantumkan pelaksanaan hingga 30 Oktober 2026.
Program ini diajukan setelah Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras semua kualitas di Manggarai Barat naik 5,84 persen hingga minggu keempat Oktober 2026 dibandingkan September 2026. Dinas Perdagangan dan Perindustrian mengirim permohonan operasi pasar beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada Perum BULOG Kantor Cabang Labuan Bajo melalui surat tertanggal 26 Oktober 2026.
Dalam permohonan itu, pemerintah daerah mengusulkan pasokan beras SPHP satu ton per hari atau total empat ton selama empat hari. Pelaksanaan dan kesiapan layanan tetap perlu diperhatikan melalui informasi resmi Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta BULOG.
Pasar Batu Cermin menjadi titik akses beras terjangkau
Bagi warga Labuan Bajo dan sekitarnya, pasar murah ini menyediakan titik pembelian beras ketika harga beras di wilayah tersebut meningkat. Layanan berlangsung pada pagi hingga menjelang siang sehingga warga perlu menyesuaikan waktu kedatangan dengan jam yang tercantum dalam informasi resmi.
RRI melaporkan bahwa pemerintah daerah menyiapkan kegiatan tersebut untuk membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau sekaligus menjaga ketersediaan pasokan. Pemantauan harga, stok, dan realisasi penjualan juga disebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pengendalian harga berikutnya.
Pelaksanaan pasar murah merupakan tindak lanjut rapat koordinasi pengendalian inflasi pada 26 Oktober 2026. Koordinasi dengan BULOG terus diperkuat untuk mendukung kesinambungan pasokan dan kelancaran kegiatan. Ketentuan pembelian dan kesiapan layanan dapat berubah, sehingga warga sebaiknya memeriksa pengumuman dari instansi terkait sebelum datang.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Nama ilmiah komodo: Varanus komodoensis dan arti sebutannya
Nama ilmiah komodo adalah Varanus komodoensis. Istilah ini dipakai dalam sumber pemerintah dan pendidikan untuk menyebut biawak komodo, satwa endemik…
Terbaru di Sosial & Kemanusiaan
Baca juga



