PCNU Manggarai Barat Titip Catatan Usai Muktamar ke-35 NU
Ketua PCNU Manggarai Barat H. Ishak M. Jabi menyampaikan profisiat kepada Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Manggarai Barat, H. Ishak M. Jabi, menyampaikan catatan kepada kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur.
Dalam pernyataannya kepada TribunFlores.com pada Rabu, 2 September 2026, Ishak menyampaikan profisiat atas terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.
Ishak menilai mandat muktamar membawa tanggung jawab besar untuk memperkuat khidmah NU kepada umat, masyarakat, bangsa, dan negara. Ia mengajak seluruh unsur organisasi mengakhiri dinamika selama proses muktamar dan kembali memusatkan perhatian pada persatuan serta kerja organisasi.
Menurut Ishak, setelah muktamar usai, seluruh elemen NU perlu kembali kepada semangat persatuan dan kebersamaan. Potensi di dalam NU disebutnya perlu dirangkul dan diberdayakan agar organisasi dapat memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Penguatan struktur hingga daerah
PCNU Manggarai Barat berharap kepemimpinan PBNU yang baru tidak hanya kuat di tingkat pusat. Ishak meminta perhatian yang lebih besar terhadap struktur NU di daerah, termasuk pengurus wilayah, cabang, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), dan ranting.
Ia menekankan struktur di tingkat bawah memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan warga. Pembinaan, penguatan kapasitas, dan ruang pengembangan dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah.
Ishak menyampaikan sejumlah agenda yang perlu mendapat perhatian dalam kerja organisasi ke depan, antara lain penguatan kaderisasi dan pendidikan, pengembangan ekonomi umat, peningkatan dakwah dan pelayanan sosial, serta penguatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut dia, tantangan yang dihadapi NU semakin kompleks sehingga program organisasi perlu menjawab persoalan nyata masyarakat. NU diharapkan tidak berhenti pada urusan internal, tetapi menghadirkan manfaat sosial yang dapat dirasakan warga di berbagai daerah.
Harapan untuk NTT dan Manggarai Barat
Secara khusus, PCNU Manggarai Barat meminta PBNU memberi perhatian lebih terhadap penguatan NU di Nusa Tenggara Timur. Ishak menyebut kawasan ini memiliki karakter dan tantangan tersendiri sehingga membutuhkan komunikasi intensif dan dukungan organisasi dari tingkat pusat.
Ia berharap penguatan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri kader NU di daerah dalam menjalankan khidmah. PCNU Manggarai Barat, kata Ishak, siap mendukung hasil Muktamar ke-35 NU dan menerjemahkan keputusan organisasi ke dalam kerja nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Konteks Muktamar ke-35 NU
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026. Forum tersebut melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi menetapkan kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan memilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.
Keputusan tersebut menjadi dasar bagi arah kepemimpinan PBNU lima tahun ke depan. Di daerah, termasuk Manggarai Barat, pengurus cabang menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar kepemimpinan baru mampu memperkuat struktur organisasi di akar rumput, meningkatkan kaderisasi, serta mengembangkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sumber
Berita berikutnya

Setahun Kodim 1630 Manggarai Barat, Pemkab Soroti Kontribusi
Kodim 1630/Manggarai Barat memperingati HUT pertama pada 19 September 2026.
Baca juga




