Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Gempa M 7,7 Rusak Ruang Paripurna DPRD Manggarai Barat

Ruang rapat paripurna di lantai dua Kantor DPRD Manggarai Barat rusak akibat gempa M 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Rapat paripurna dipindah ke ruang internal lantai satu demi keamanan peserta di tengah gempa susulan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Ruang rapat paripurna di Kantor DPRD Kabupaten Manggarai Barat rusak setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kerusakan paling berat terjadi di lantai dua gedung dewan, termasuk ruang utama yang biasa digunakan untuk rapat paripurna.

Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Manggarai Barat, Maria Ignasia Dedy Djeha, mengatakan kerusakan mencakup plafon yang roboh dan dinding yang retak.

Menurut Maria, bagian plafon menjadi kerusakan utama di ruang paripurna yang merupakan ruangan terbesar di gedung DPRD Kabupaten Manggarai Barat.

Ia menuturkan kondisi ruangan semakin memburuk setelah gempa-gempa susulan yang masih terjadi di wilayah Flores dan Manggarai Barat.

Ruang paripurna dipindah ke lantai satu

Akibat kerusakan dan mempertimbangkan potensi gempa susulan, rapat paripurna DPRD Manggarai Barat pada Senin, 24 Agustus 2026, tidak digelar di ruang utama lantai dua.

Agenda sidang tersebut dipindahkan ke ruang internal berukuran lebih kecil di lantai satu gedung dewan.

Menurut penjelasan Maria, pemindahan lokasi sidang dilakukan untuk memudahkan evakuasi jika terjadi guncangan susulan dan menjamin keselamatan peserta rapat.

Ruang internal di lantai satu dipakai sementara sebagai ruang paripurna karena kerusakan plafon di lantai dua dinilai membahayakan.

Maria menyebut rapat di lantai satu dihadiri sebagian anggota DPRD dan perwakilan organisasi perangkat daerah, bersama unsur pimpinan dewan.

Dampak gempa di Manggarai Barat

Gempa M 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 tercatat sebagai gempa tektonik kuat yang berpusat di lepas pantai Flores.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa utama terjadi pada pukul 04.58 WIB dan sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum dinyatakan berakhir pada pagi hari yang sama.

BMKG menyebut guncangan dirasakan kuat di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk Kabupaten Manggarai Barat dan Labuan Bajo, serta merusak bangunan rumah warga dan fasilitas publik.

Media nasional melaporkan hotel dan sejumlah fasilitas publik di Labuan Bajo mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut.

Hingga awal September, BMKG mencatat ribuan gempa susulan di wilayah Flores dan sekitarnya, sebagian dirasakan masyarakat di Manggarai Barat.

Rapat paripurna tetap berjalan

Meski ruang paripurna di lantai dua rusak, kegiatan persidangan di DPRD Manggarai Barat tetap berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mencatat rapat paripurna ke-19 DPRD pada Kamis, 27 Agustus 2026, diselenggarakan di Ruang Rapat Internal DPRD Kabupaten Manggarai Barat.

Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Benediktus Nurdin, didampingi para wakil ketua, dan dihadiri wakil bupati, anggota DPRD, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta tamu undangan.

Penggunaan ruang internal sebagai tempat rapat paripurna menunjukkan kerusakan di lantai dua memaksa dewan beradaptasi dengan ruang sidang sementara sambil menunggu penanganan lebih lanjut terhadap gedung.

Hingga akhir Agustus, pemerintah daerah belum mempublikasikan secara rinci hasil pemeriksaan teknis terhadap gedung DPRD Manggarai Barat maupun rencana rehabilitasi permanen.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.