Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

BPH Migas Pastikan Penyaluran BBM Flores Normal Pascagempa

BPH Migas menyatakan distribusi BBM di Flores kembali normal pascabencana gempa, dengan pasokan utama dari Fuel Terminal Labuan Bajo, Reo, Ende, dan fasilitas lain.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Labuan Bajo — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan penyaluran BBM di Flores dalam kondisi aman dan telah kembali normal setelah gangguan akses darat akibat gempa bumi pertengahan Agustus 2026, dengan pasokan utama berasal dari Fuel Terminal Labuan Bajo, Reo, Ende, dan fasilitas lain.

Pernyataan itu disampaikan Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam rangka pengawasan penyaluran energi pascabencana di Flores, di mana ia menegaskan distribusi dari terminal-terminal BBM di wilayah tersebut sudah berjalan lancar dan memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk di Labuan Bajo dan Manggarai Barat.

BPH Migas bekerja bersama Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin memperkuat pasokan melalui peningkatan persediaan di penyalur resmi di daratan Flores. Menurut BPH Migas, terdapat 95 penyalur yang mencakup SPBU, Pertashop, dan agen minyak tanah, yang tetap beroperasi melayani konsumen setelah gempa.

Jalur laut menopang distribusi saat akses darat terganggu

Gempa berkekuatan besar pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan akses jalan di sejumlah ruas di Flores, termasuk jalur Ruteng–Labuan Bajo. Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menjelaskan, ketika akses jalan dari Ruteng menuju Labuan Bajo terputus, truk tangki BBM tidak dapat melintas sehingga distribusi lewat darat terganggu.

Untuk mencegah gangguan tersebut berujung kelangkaan, Pertamina mengalihkan distribusi dari jalur darat ke jalur laut. Kurang dari dua hari setelah akses Ruteng–Labuan Bajo terputus, Pertamina mengirim kapal feri yang mengangkut 11 truk tangki BBM menuju Labuan Bajo. Jalur laut dipilih sebagai alternatif agar pasokan BBM ke wilayah terdampak tetap terjaga.

Dalam kunjungan ke Fuel Terminal Labuan Bajo pada 18 Agustus 2026, Iriawan menegaskan bahwa pasokan BBM di Nusa Tenggara Timur, termasuk Manggarai Barat dan wilayah sekitarnya, berada dalam kondisi aman. Ia menyebut respons cepat seluruh lini operasi menjadi kunci untuk menjaga pasokan energi di tengah situasi kebencanaan.

Labuan Bajo sebagai simpul distribusi energi

Pertamina menempatkan Fuel Terminal Labuan Bajo sebagai salah satu infrastruktur strategis untuk menjaga ketahanan pasokan BBM di Manggarai Barat dan wilayah sekitarnya. Terminal ini menjadi titik penting distribusi ketika jaringan jalan menuju pusat konsumsi terganggu, karena dapat didukung oleh jalur laut.

Dalam pemantauan pascabencana, Iriawan juga menggelar rapat virtual dengan tim Pertamina di sejumlah wilayah terdampak seperti Reo, Ende, Bima, dan Maumere. Laporan yang diterima menunjukkan stok BBM di sebagian besar wilayah tersebut berada di atas batas normal, dengan ketahanan pasokan sekitar sebelas hari sebelum pengiriman berikutnya.

Di Reo, yang sempat mengalami kerusakan fasilitas akibat gempa, kunjungan lapangan menunjukkan operasional Fuel Terminal Reo berangsur pulih dan penyaluran BBM kembali berjalan normal. Pasokan dari Reo menjadi salah satu penopang distribusi minyak tanah, Pertalite, Biosolar, dan jenis BBM lain ke wilayah sekitar termasuk sebagian Manggarai.

Penguatan penyalur resmi di Flores

BPH Migas menyebut penguatan pasokan BBM dilakukan dengan meningkatkan stok di penyalur resmi. Di daratan Flores, 95 penyalur yang terdiri dari SPBU, Pertashop, dan agen minyak tanah tetap beroperasi melayani masyarakat. Penguatan dilakukan melalui skema penyaluran yang menyesuaikan kondisi darurat, dengan dukungan Fuel Terminal Labuan Bajo, Reo, Ende, dan suplai utama dari Maumere.

Menurut Wahyudi Anas, ketersediaan BBM di Labuan Bajo dan berbagai wilayah di Flores berada dalam kondisi cukup dan aman. Ia menekankan bahwa pengamanan distribusi mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari terminal hingga penyalur, agar kebutuhan energi masyarakat dapat dipenuhi meski akses darat sempat terganggu.

Dalam konteks pemulihan pascabencana, pernyataan bahwa penyaluran energi sudah kembali normal merujuk pada kondisi saat pengawasan dilakukan. Ketahanan sistem tetap bergantung pada keberlanjutan perbaikan jalur darat, kesiapan terminal BBM, dan kemampuan mengalihkan distribusi ke laut jika akses utama kembali terdampak.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.