Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

BNPB: Tiga Destinasi Flores Ditutup Sementara Pascagempa M7,7

BNPB menyatakan Goa Rangko, Wae Rebo, dan Taman Nasional Kelimutu di Flores ditutup sementara setelah gempa M7,7 untuk pemeriksaan infrastruktur dan keselamatan. Taman Nasional Komodo tetap beroperasi normal bagi wisatawan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tiga destinasi wisata unggulan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, masih ditutup sementara setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Penutupan dilakukan untuk pemeriksaan infrastruktur dan verifikasi keselamatan pengunjung menurut keterangan Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Berton menjelaskan destinasi yang ditutup sementara adalah Goa Rangko di Kabupaten Manggarai Barat, Kampung Adat Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, dan Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis BNPB yang dikutip sejumlah media nasional pada 18 Agustus 2026.

Menurut BNPB, penutupan diterapkan pada objek wisata yang memerlukan pemeriksaan dan pemulihan kelayakan infrastruktur setelah gempa. Pemerintah daerah melalui otoritas pariwisata diminta menyampaikan pembaruan mengenai pembukaan kembali setelah verifikasi keselamatan di lapangan dinyatakan selesai.

Status destinasi dan operasional Taman Nasional Komodo

Belum ada tanggal pembukaan kembali yang diumumkan untuk Goa Rangko, Wae Rebo, dan Taman Nasional Kelimutu pada 18 Agustus 2026. Wisatawan diimbau memeriksa pengumuman resmi pemerintah daerah atau pengelola destinasi sebelum menyusun perjalanan ke kawasan tersebut.

Berbeda dengan tiga destinasi itu, kegiatan wisata di kawasan Taman Nasional Komodo dan sekitarnya tetap berjalan normal. Dalam laporan yang sama, BNPB menyatakan Taman Nasional Komodo masih dibuka bagi wisatawan domestik dan mancanegara, dengan akses yang tetap tersedia meski daerah lain di Flores menerapkan penutupan sementara.

BNPB menegaskan keselamatan wisatawan dan kelayakan infrastruktur menjadi pertimbangan utama sebelum destinasi dibuka kembali. Pembukaan kembali dilakukan setelah petugas memastikan kondisi destinasi, fasilitas, aksesibilitas, dan sarana pendukung lainnya aman.

Dampak gempa terhadap sektor pariwisata

BNPB mencatat sejumlah kerusakan pada sarana pariwisata di beberapa kabupaten terdampak gempa. Data yang disampaikan pada 18 Agustus 2026 merinci kerusakan sebagai berikut:

  • Delapan objek daya tarik wisata mengalami kerusakan ringan.
  • Dua hotel dan tiga homestay mengalami kerusakan berat.
  • Sepuluh hotel dan lima homestay mengalami kerusakan ringan.

Data tersebut menggambarkan dampak gempa terhadap fasilitas yang mendukung aktivitas wisata di Flores. BNPB menyebut penanganan kerusakan dan pemulihan infrastruktur berjalan paralel dengan verifikasi keselamatan di destinasi yang masih ditutup.

Dampak gempa di wilayah Flores

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Setelah itu, pemerintah dan BNPB melakukan pendataan awal terhadap kerusakan serta dampak bagi warga dan fasilitas publik di sejumlah kabupaten di Flores.

Dalam perkembangan beberapa hari setelah gempa, BNPB melaporkan ribuan warga mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan, baik secara mandiri maupun di posko yang disiapkan pemerintah. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas pendidikan, kesehatan, dan perkantoran di kabupaten-kabupaten terdampak.

Pada periode yang sama, BNPB melaporkan puluhan korban meninggal dunia akibat gempa dengan sebaran di beberapa kabupaten di Flores. Angka tersebut menjadi dasar penetapan status tanggap darurat dan pelaksanaan operasi penanganan darurat, termasuk pendataan kerusakan sektor pariwisata yang berimbas pada penutupan sementara sejumlah destinasi.

Perkembangan berikutnya

Setelah masa tanggap darurat gempa selesai, sektor pariwisata di Flores secara bertahap dibuka kembali. Pengelola destinasi dan pemerintah daerah menginformasikan pembukaan kembali setelah hasil pemeriksaan infrastruktur dan keselamatan dinyatakan memadai.

Namun, pada 18 Agustus 2026, BNPB masih menempatkan Goa Rangko, Wae Rebo, dan Taman Nasional Kelimutu dalam status ditutup sementara. Sementara itu, Taman Nasional Komodo tetap beroperasi normal sebagai destinasi yang dapat dikunjungi wisatawan di tengah proses pemulihan sektor pariwisata Flores.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.