ASITA NTT Usulkan Rute Udara Baru Bali–Maumere dan Konektivitas Waingapu
ASITA NTT mendorong pembukaan rute Bali–Maumere dan penguatan penerbangan ke Waingapu dalam kerangka kerja sama Bali–NTB–NTT. Pemerintah provinsi menyebut konektivitas dan pariwisata sebagai fokus utama kawasan.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menandatangani perjanjian kerja sama regional yang menempatkan konektivitas transportasi dan pariwisata sebagai dua bidang utama. Dalam kerangka itu, ASITA NTT mendorong pembukaan rute udara baru Bali–Maumere dan penguatan konektivitas ke Waingapu.
Kerja sama regional Bali–NTB–NTT ditandatangani di Labuan Bajo pada 28 Januari 2026 dan difokuskan pada lima bidang strategis, termasuk konektivitas transportasi dan optimalisasi pariwisata serta ekonomi kreatif, menurut Pemerintah Provinsi NTT. Pemerintah provinsi itu juga menyebut penjajakan rute-rute baru, termasuk moda udara, sebagai bagian dari pengembangan konektivitas kawasan.
Usulan ASITA NTT muncul setelah pertemuan lanjutan yang menyoroti distribusi arus wisatawan di kawasan Sunda Kecil. Dalam pemberitaan lokal, Ketua ASITA NTT Oyan Kristian menyatakan akses udara dari Bali ke NTT perlu diperbanyak agar beban kunjungan tidak bertumpu pada satu titik masuk.
ASITA NTT menempatkan Maumere sebagai pintu masuk tambahan ke Flores melalui Bandara Frans Seda. Organisasi itu juga mendorong penguatan penerbangan ke Waingapu di Sumba agar arus wisatawan lebih merata antardestinasi di NTT.
Bandara Frans Seda Maumere memang telah lama menjadi salah satu pintu udara di Flores. Dalam konteks kerja sama regional, pengembangan akses baru ini ditujukan untuk memperluas pilihan perjalanan wisata ke Flores bagian timur dan wilayah lain di NTT.
Kerja sama Bali–NTB–NTT sendiri juga diarahkan untuk membangun ekosistem pariwisata terpadu. Pemerintah NTT menyebut wisatawan tidak hanya didorong berkunjung ke Bali, tetapi juga diarahkan ke NTB dan NTT melalui branding bersama, peningkatan sumber daya manusia, dan standar layanan yang lebih seragam.
Selain Maumere, ASITA NTT menyoroti konektivitas ke Sumba dan hubungan antardestinasi di kawasan Sunda Kecil. Gagasan itu sejalan dengan fokus kerja sama regional pada penguatan transportasi laut, penyeberangan, dan udara untuk memperlancar pergerakan orang dan barang.
Hingga berita ini ditulis, usulan pembukaan rute Bali–Maumere dan penguatan konektivitas Waingapu belum diikuti pengumuman resmi soal maskapai, jadwal, atau frekuensi penerbangan. Pemerintah daerah dan operator bandara belum menyampaikan keputusan operasional atas proposal tersebut.
Sumber
Berita berikutnya

KSOP Labuan Bajo Periksa Kesiapan Kapal Wisata dan Sosialisasikan Keselamatan
KSOP Kelas III Labuan Bajo memeriksa kesiapan kapal wisata dan menyosialisasikan keselamatan pelayaran di perairan Manggarai Barat. KLM Ratana disebut…
Baca juga



