ASDP Gratiskan Penyeberangan Kendaraan Bantuan Gempa NTT
ASDP menerapkan kebijakan bebas biaya penyeberangan bagi kendaraan pembawa bantuan kemanusiaan dan relawan untuk penanganan gempa di NTT.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendukung pengiriman bantuan untuk penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan memberikan fasilitas bebas biaya penyeberangan bagi kendaraan yang membawa bantuan kemanusiaan dan personel, termasuk relawan. Kebijakan ini dijalankan melalui sejumlah lintasan penyeberangan di NTT dan sekitarnya.
Tribun Kupang memberitakan bahwa kapal-kapal ASDP menjadi jembatan bagi kendaraan pengangkut bantuan gempa di Flores dan wilayah terdampak lain di NTT. Laporan itu mengutip pernyataan General Manager ASDP Cabang Labuan Bajo–Sape, Ronaldo Hutabarat, yang menyebut kendaraan relawan mendapat fasilitas khusus berupa pembebasan biaya penyeberangan hingga pertengahan September 2026.
Dalam wawancara yang dikutip Tribun, Ronaldo menjelaskan bahwa kebijakan tersebut ditujukan untuk meringankan beban relawan yang mengalokasikan waktu, tenaga, dan sumber daya mereka untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Ia menegaskan bahwa kendaraan yang membawa bantuan kemanusiaan tidak dipungut biaya jasa penyeberangan selama kebijakan khusus ini berlaku.
ASDP pusat sebelumnya juga menyampaikan pola dukungan serupa. Dalam siaran pers perusahaan, Direksi ASDP menjelaskan bahwa mobilisasi personel, kendaraan, peralatan, dan bantuan penanganan bencana melalui armada ferry yang dikerahkan ke NTT tidak dipungut biaya sebagai bagian dari dukungan kemanusiaan.
Prosedur pelayaran tetap diberlakukan
Walau biaya penyeberangan dibebaskan, ASDP tetap menerapkan prosedur pelayaran dan keselamatan. Menurut penjelasan Ronaldo yang dikutip Tribun, setiap kendaraan bantuan diwajibkan membawa dokumen pengantar yang menjelaskan tujuan mobilisasi bantuan.
Setelah pemeriksaan dokumen, kendaraan beserta muatannya dicatat dalam manifest kapal. Pencatatan ini menjadi bagian dari tertib administrasi pelayaran sekaligus memastikan pendataan muatan yang diangkut dalam rangka penanganan bencana.
Dalam siaran pers lain mengenai pengiriman bantuan ke wilayah terdampak gempa di NTT, ASDP memaparkan bahwa kapal-kapal ferry yang dikerahkan membawa beragam muatan, mulai dari tenda, perlengkapan medis, obat-obatan, sembako, hingga alat berat dan kendaraan operasional. Bantuan ini dikirim dari pelabuhan-pelabuhan pengumpul logistik menuju daerah terdampak sesuai rute kapal.
Peran Labuan Bajo dan Flores Barat dalam distribusi bantuan
Labuan Bajo dan wilayah Flores bagian barat merasakan guncangan dan dampak gempa yang terjadi di kawasan Flores dan sekitarnya. BMKG mencatat gempa utama dan ribuan gempa susulan yang dirasakan hingga Manggarai Barat selama Agustus–September 2026.
Dalam konteks itu, lintasan penyeberangan yang terhubung dengan Labuan Bajo dan pelabuhan lain di NTT menjadi jalur penting distribusi bantuan antardaerah. Kapal-kapal ASDP mengangkut kendaraan logistik, ambulans, alat berat, serta truk dan pikap yang membawa bahan pangan, obat-obatan, dan perlengkapan pengungsian.
ASDP menempatkan layanan penyeberangan sebagai bagian dari dukungan terhadap mobilisasi bantuan, dengan kombinasi kebijakan pembebasan biaya bagi kendaraan relawan dan penegakan prosedur dokumen serta manifest kapal. Kebijakan ini diharapkan mempercepat distribusi bantuan ke kawasan terdampak gempa di NTT tanpa mengabaikan aspek keselamatan pelayaran.
Sumber
Berita berikutnya
19 Relawan Mobile Clinic Layani Puskesmas Terdampak di Manggarai Barat
Sebanyak 19 relawan kesehatan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan melayani warga di puskesmas terdampak gempa bermagnitudo 7,7 di Manggarai Barat melal…
Baca juga




