UMKM Labuan Bajo Mengejar Pesanan Lewat Berbagai Event
Pelaku UMKM di Labuan Bajo kembali mengikuti bazar, festival, dan agenda pariwisata setelah gempa 15 Agustus 2026 mengurangi pesanan. Event membantu membuka akses pelanggan dan pemasukan.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Labuan Bajo berupaya memulihkan pesanan yang berkurang setelah gempa bumi yang mengguncang Flores dan Manggarai Barat pada 15 Agustus 2026. Sejumlah usaha sempat berhenti beroperasi karena pelanggan dan klien belum kembali.
Pelaku usaha memanfaatkan berbagai kegiatan yang digelar di Labuan Bajo setelah masa tanggap darurat berakhir. Bazar, festival, kegiatan komunitas, dan agenda pariwisata menjadi ruang untuk kembali berjualan, memperkenalkan produk, serta membangun jaringan pelanggan.
Istiqomah, pelaku UMKM pentol bakar, mengatakan ia tidak membuka lapak hampir satu bulan sejak 15 Agustus 2026 karena pesanan tidak ada. Ia kemudian kembali memperoleh pemasukan melalui sejumlah event, termasuk Syahbandar Cup di Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Dari kegiatan tersebut, pemasukan disebut mencapai Rp1 juta per hari.
Khairun Nisa, pelaku UMKM di Event Parapuar, menyebut kegiatan semacam itu menjadi kesempatan untuk bertemu calon pelanggan dan memulihkan jaringan yang terputus akibat gempa. Menurutnya, pesanan berkurang karena sejumlah klien belum kembali dan kondisi ekonomi menurun.
Event membantu menghidupkan kembali usaha lokal
Bagi pembaca di Labuan Bajo dan Kabupaten Manggarai Barat, kembalinya UMKM ke ruang-ruang event berkaitan langsung dengan pilihan tempat berbelanja dan bergeraknya ekonomi setempat. Pelabuhan Marina Labuan Bajo dan Parapuar menjadi contoh lokasi yang kembali dipakai untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pelanggan.
Pelibatan UMKM dalam kegiatan publik tidak hanya membuka lapak sementara. Aktivitas itu memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, mendapatkan pelanggan baru, dan mengejar pesanan yang sempat hilang setelah gempa.
Para pelaku usaha berharap semakin banyak event yang melibatkan UMKM lokal. Kegiatan yang kembali digelar menjadi salah satu cara yang mereka gunakan untuk menjaga pemasukan sekaligus mendukung pemulihan roda ekonomi di Labuan Bajo.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores Raya
24 Wartawan Terdampak Gempa di Flores Terima Bantuan Pangan
PWI NTT menyalurkan bantuan pangan bagi 24 wartawan terdampak gempa di tujuh kabupaten Flores. Distribusi dilakukan bertahap dari Labuan Bajo hingga M…
Terbaru di Ekonomi

Baca juga





