24 Wartawan Terdampak Gempa di Flores Terima Bantuan Pangan
PWI NTT menyalurkan bantuan pangan bagi 24 wartawan terdampak gempa di tujuh kabupaten Flores. Distribusi dilakukan bertahap dari Labuan Bajo hingga Maumere.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Timur menyalurkan bantuan pangan kepada 24 wartawan terdampak gempa yang tersebar di tujuh kabupaten, dari Manggarai Barat hingga Sikka. Penyaluran dimulai bertahap dari Labuan Bajo menuju Maumere pada Kamis, 24 September 2026.
Bantuan itu diberikan tanpa membedakan organisasi profesi penerima. RRI melaporkan, bantuan utama berasal dari PWI Jawa Timur, PWI DKI Jakarta atau PWI Jaya, serta donatur Maria Agusta Lin dan Noertina Ika Putranti.
Pendataan dilakukan sejak dua hari setelah bencana. Kerusakan rumah wartawan yang terdata berada pada tingkat ringan, sedang, hingga berat. Paket pangan yang disalurkan berisi 10 kilogram beras, dua dos mi instan, dua papan telur, dua liter minyak goreng, dan satu kilogram gula.
TribunFlores melaporkan rincian paket tahap awal yang diterima setiap wartawan berupa 5 kilogram beras, dua dus mi instan, dua papan telur, dua liter minyak goreng, dan satu kilogram gula. Perbedaan jumlah beras ini dicatat sebagaimana tertulis dalam dua laporan.
Mengapa bantuan ini penting bagi pembaca di Flores
Bantuan menyasar wartawan di tujuh kabupaten, sehingga penyalurannya mencakup wilayah yang luas di Flores. Bagi pembaca di Labuan Bajo dan daerah terdampak lain, informasi ini menunjukkan bahwa dukungan tidak hanya ditujukan kepada anggota PWI, tetapi juga wartawan terdampak tanpa melihat organisasi profesinya.
PWI NTT juga mengupayakan dukungan donatur untuk perbaikan rumah wartawan, terutama hunian dengan kerusakan ringan. Penyaluran bantuan pangan dilakukan bertahap ke sejumlah wilayah terdampak.
RRI menyebut distribusi ditargetkan rampung dalam minggu yang sama, dengan rute dari Labuan Bajo hingga Maumere. Laporan TribunFlores menyebut penyaluran di Manggarai Timur, Manggarai, dan Ngada ditargetkan selesai lebih dahulu sebelum dilanjutkan hingga Maumere.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Sosial & Kemanusiaan
Pengungsi Gempa Palue Masih Kesulitan Mendapat Air Bersih
Pengungsi gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, masih menghadapi keterbatasan air bersih. Bantuan mobil tangki belum memenuhi kebutuhan warga di seju…
Terbaru di Flores Raya

Baca juga





