Mengapa Pertanian Menjadi Penopang Utama Ekonomi Manggarai Barat?
Pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penopang terbesar ekonomi Manggarai Barat pada 2024. Data pemerintah juga menunjukkan investasi aset tetap daerah meningkat dibandingkan 2022.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Struktur ekonomi Kabupaten Manggarai Barat masih bertumpu pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Berdasarkan kajian pemerintah daerah yang memakai data BPS, sektor ini menyumbang 37,8 persen PDRB pada 2024, sementara investasi tetap daerah mencapai Rp1.757,29 miliar pada tahun yang sama.
Apa sektor terbesar dalam ekonomi Manggarai Barat?
Pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi Manggarai Barat. Laporan Kajian Regional Diagnostic Bappeda Manggarai Barat menyebut kontribusinya sekitar 37,8 persen terhadap PDRB pada 2024, berdasarkan data BPS 2025.
Dokumen RPJMD Manggarai Barat 2025–2029 juga menempatkan sektor pertanian sebagai posisi pertama dengan porsi 37,79 persen pada 2024. Sektor ini mencakup kegiatan tanaman pangan, perikanan, dan perkebunan.
Seberapa besar investasi daerah?
Pembentukan Modal Tetap Bruto—indikator investasi dalam perekonomian daerah—mencapai Rp1.757,29 miliar pada 2024, menurut Laporan Kajian Regional Diagnostic Bappeda Manggarai Barat. Angka itu meningkat dari Rp1.608,7 miliar pada 2022.
PMTB mengukur penambahan aset tetap seperti bangunan, mesin, dan sarana produksi. Karena itu, angka tersebut berbeda dari nilai realisasi investasi perizinan perusahaan yang dilaporkan melalui sistem penanaman modal.
Apa hubungan pertanian dengan pertumbuhan ekonomi?
Besarnya kontribusi pertanian menunjukkan bahwa perubahan produksi dan pendapatan di sektor primer dapat memengaruhi kinerja ekonomi kabupaten. Data itu juga menempatkan pertanian, perikanan, dan perkebunan sebagai bagian penting dari basis ekonomi di luar kegiatan pariwisata.
RPJMD Manggarai Barat 2025–2029 mencatat arah penguatan sektor tersebut melalui pemberian nilai tambah hasil pertanian dan perikanan, akses pasar, serta pembangunan infrastruktur pertanian. Dokumen itu menyebut beras premium Manggarai Barat sebagai salah satu sasaran pengembangan nilai tambah.
Apakah angka investasi sama dengan pertumbuhan ekonomi?
Tidak. PDRB menggambarkan nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu wilayah, sedangkan PMTB mencatat investasi berupa penambahan aset tetap. Keduanya saling berkaitan, tetapi tidak dapat dipertukarkan.
Laporan Bappeda memperkirakan PDRB Manggarai Barat meningkat dari Rp2,629 triliun pada 2024 menjadi Rp2,769 triliun pada 2025. Angka 2025 itu merupakan proyeksi dalam kajian, bukan hasil realisasi tahunan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Ekonomi
PLN Dukung Industri Porang Lokal di Manggarai Barat
PLN dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memperkenalkan dukungan listrik bagi industri porang lokal. Layanan ini mencakup pengolahan, pengeringan,…
Terbaru di Ekonomi

Berita utama hari ini

Baca juga




