Mengapa SPPG 3T Pulau Mesah Menyasar 560 Penerima Manfaat
SPPG 3T di Pulau Mesah melayani 343 anak dari jenjang SD, SMP, dan kelompok bermain serta 217 penerima kelompok 3B. Layanan diluncurkan pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Oleh Mukmin John
· Peristiwa: · 2 menit baca
Pulau Mesah — Sentra Pemenuhan Pangan Gizi (SPPG) wilayah 3T, yakni wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, resmi diluncurkan di Pulau Mesah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Layanan ini menyasar 343 anak dari kelompok pendidikan serta 217 penerima manfaat kelompok 3B, yaitu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Penerima manfaat dari kelompok pendidikan terdiri atas 270 siswa SD Negeri Pulau Mesah, 59 siswa SMP Negeri 1 Atap Pulau Mesah, dan 14 anak Kelompok Bermain Anemon Jaya. Angka kelompok pendidikan tersebut menjadi dasar penyebutan 343 anak dalam laporan peluncuran.
Jika kelompok pendidikan dan kelompok 3B dihitung bersama, total penerima manfaat yang disebut dalam laporan media mencapai 560 orang. Laporan pemerintah daerah menyebut jumlah keseluruhan itu hampir 600 jiwa dan sekitar 35 persen dari populasi yang menjadi sasaran program. Perbedaan penyajian tersebut perlu dibaca dengan melihat rinciannya: 343 penerima dari kelompok pendidikan ditambah 217 penerima kelompok 3B.
SPPG Pulau Mesah memperluas layanan gizi ke wilayah kepulauan
Bagi warga dan pembaca di Labuan Bajo, peluncuran ini menunjukkan bahwa layanan makan bergizi tidak hanya diarahkan ke wilayah daratan. Pulau Mesah berada di Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, sehingga informasi penerima manfaat penting bagi keluarga yang memiliki anak sekolah, balita, ibu hamil, atau ibu menyusui di kawasan kepulauan.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat meluncurkan layanan tersebut bersama Badan Gizi Nasional (BGN). SPPG Pulau Mesah dilaporkan telah siap beroperasi penuh ketika diluncurkan. Kelompok sasaran mencakup jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, kelompok bermain, serta kelompok 3B.
Rincian penerima juga memberi gambaran cakupan awal program. Siswa SD menjadi kelompok terbesar dengan 270 penerima, disusul 59 siswa SMP dan 14 anak kelompok bermain. Di luar kelompok pendidikan, terdapat 217 penerima dari kelompok balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Layanan ini menjadi bagian dari peluncuran SPPG wilayah 3T untuk kawasan Timur Indonesia. Laporan yang tersedia tidak menyebut jadwal perluasan penerima, perubahan menu, atau tahapan operasional berikutnya. Karena itu, informasi yang dapat dipastikan saat ini adalah lokasi peluncuran, kelompok penerima, dan jumlah yang tercantum dalam laporan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Manggarai Barat
BPBD Manggarai Barat Tunda Distribusi Bantuan Gempa Saat Pilkades
BPBD Manggarai Barat menunda sementara penyaluran bantuan gempa pada hari pemungutan suara Pilkades, 29 September 2026. Bantuan yang tersisa dijadwalk…
Terbaru di Sosial & Kemanusiaan

Berita utama hari ini

Baca juga



