Kabar Labuan Bajo

Minggu, 8 November 2026

1.000 Anakan Mangrove Ditanam di Pesisir Warloka

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menanam 1.000 anakan mangrove di Desa Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, pada 6 November 2026. Kegiatan ini mendukung Gerakan Indonesia ASRI.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan pohon dan akar mangrove rimbun di tepi perairan yang tenang.
Ilustrasi: Deretan pohon dan akar mangrove rimbun di tepi perairan yang tenang. · Foto: Jahra Tasfia Reza / Pexels

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup bersama PT Trek Batu Alami menanam 1.000 anakan mangrove di Desa Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, pada Jumat, 6 November 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 WITA dan menjadi bagian dari Gerakan Indonesia ASRI.

Penanaman ini ditujukan untuk menjaga kelestarian pesisir sekaligus memperkuat perlindungan ekosistem pantai. Pemerintah daerah menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari program nasional Aman, Sehat, Resik, dan Indah yang melibatkan pemerintah daerah serta mitra lingkungan.

Mangrove Warloka memperkuat perlindungan pesisir wisata

Bagi warga dan pelaku pariwisata di kawasan Labuan Bajo, pesisir Warloka Pesisir merupakan bagian dari bentang alam yang perlu dijaga. Pemerintah berharap penanaman dan pemeliharaan mangrove dapat mengurangi risiko abrasi serta mempertahankan habitat berbagai biota laut. Kondisi pesisir yang lebih terlindungi juga mendukung keberlanjutan kawasan wisata Manggarai Barat.

Penggiat mangrove asal Desa Warloka Pesisir, Saripa, menjelaskan bahwa warga setempat telah mengembangkan pembibitan sejak 2023. Bibit berasal dari propagul atau buah mangrove yang siap tumbuh. Propagul dikumpulkan di sekitar Warloka Pesisir, lalu disemai menggunakan media tanah dalam polybag.

Jenis mangrove yang disebut di lokasi pembibitan antara lain Rhizophora Mucronata, Rhizophora Apiculata, Avicennia, Sonneratia Alba, dan Bruguiera. Kegiatan penanaman turut dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah Kabupaten Manggarai Barat, jajaran Dinas Lingkungan Hidup, perangkat Desa Warloka Pesisir, warga, serta guru dan siswa SMP Negeri 7 Warloka.

Sumber laporan menyebut pemerintah berharap penanaman ini tidak berhenti pada kegiatan tanam, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan agar manfaat perlindungan pantai dan habitat laut dapat bertahan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata & TN Komodo

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.