Produksi Padi Manggarai Barat 2025: Mengapa Angkanya Berbeda?
Data resmi 2025 mencatat dua angka produksi padi Manggarai Barat dengan istilah dan cakupan berbeda. Berikut cara membaca 116.424 ton dan 107.375 ton tanpa mencampur definisinya.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Produksi padi sawah menjadi salah satu angka pertanian penting di Manggarai Barat. Laporan kinerja pemerintah daerah mencatat produksi padi sawah sebesar 116.424 ton pada 2025, sedangkan publikasi pertanian tingkat provinsi mencatat produksi padi Manggarai Barat sebesar 107.375 ton dalam konteks pengukuran yang berbeda.
Berapa produksi padi Manggarai Barat?
Angka yang dicantumkan dalam laporan kinerja pemerintah daerah adalah 116.424 ton untuk produksi padi sawah pada 2025. Laporan itu menempatkan angka tersebut sebagai indikator produksi komoditas tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.
Publikasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat angka 107.375 ton gabah kering giling untuk Manggarai Barat. Karena sumber provinsi menyebut satuan gabah kering giling, kedua angka tidak dapat diperlakukan sebagai satu seri yang sama.
Mengapa ada dua angka?
Perbedaan itu berkaitan dengan definisi dan cakupan pencatatan yang dicantumkan masing-masing sumber. Laporan kabupaten menyebut “padi sawah”, sementara buku saku provinsi menyebut produksi padi dalam satuan gabah kering giling.
Tanpa keterangan metodologi yang sama, angka tersebut tidak boleh dijumlahkan, dirata-ratakan, atau digunakan untuk menghitung pertumbuhan baru. Yang dapat dipastikan adalah kedua dokumen sama-sama menempatkan produksi padi sebagai data pertanian Manggarai Barat.
Apa yang dicatat tentang perkembangannya?
Buku saku Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nusa Tenggara Timur menyebut produksi padi Manggarai Barat meningkat 1,58 persen selama lima tahun terakhir. Dokumen itu juga menyebut luas panen bertambah 1,73 persen dari 22.372 hektare pada 2022.
Angka pertumbuhan tersebut merupakan keterangan yang sudah dihitung oleh sumbernya, bukan perhitungan baru. Tahun pembanding dan definisinya perlu dibaca mengikuti metodologi dokumen provinsi.
Apa arti angka ini bagi pembaca lokal?
Data produksi memberi gambaran tentang skala komoditas pangan di Manggarai Barat, tetapi tidak otomatis menunjukkan jumlah beras yang tersedia untuk konsumsi. Produksi padi, gabah kering giling, luas panen, dan beras merupakan ukuran yang berbeda.
Untuk membaca kondisi pertanian secara tepat, angka produksi harus disandingkan dengan satuan, cakupan wilayah, tahun pengamatan, dan definisi yang digunakan oleh penerbit data. Perbedaan pencatatan dalam dua dokumen 2025 menunjukkan pentingnya konteks tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Ekonomi
PLN Dukung Industri Porang Lokal di Manggarai Barat
PLN dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memperkenalkan dukungan listrik bagi industri porang lokal. Layanan ini mencakup pengolahan, pengeringan,…
Terbaru di Data Mabar

Berita utama hari ini

Baca juga




