Ombudsman Desak Huntara dan Layanan Dasar Korban Gempa Flores
Ombudsman RI kembali mendesak percepatan hunian sementara dan pemenuhan air bersih bagi korban gempa Flores. Pendidikan serta kesehatan di Manggarai dan Manggarai Barat juga harus tetap berjalan.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Manggarai Barat — Laporan yang diperbarui pada 6 Oktober 2026 menegaskan kembali kebutuhan mendesak air bersih, hunian sementara, serta keberlanjutan pendidikan dan kesehatan setelah pemantauan lapangan Ombudsman Republik Indonesia di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat pada 28 September hingga 1 Oktober 2026. Ombudsman meminta pemerintah mempercepat penyediaan tempat pengungsian yang layak dan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak gempa Flores.
Pemantauan dilakukan oleh pimpinan Ombudsman Republik Indonesia Robert Na Endi Jaweng bersama tim. Tim menyambangi posko pengungsian, hunian sementara, pengungsi mandiri, fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta kampung nelayan di dua kabupaten tersebut.
Layanan dasar menentukan pemulihan warga Flores
Selain tempat tinggal yang lebih layak, Ombudsman menyoroti ketersediaan air bersih dan tempat penampungan air, terutama di Desa Paralando. Kebutuhan tersebut harus dipastikan agar warga tetap memperoleh pelayanan dasar selama masa pemulihan.
Keberlanjutan pendidikan juga menjadi perhatian. Kegiatan belajar mengajar di Desa Golo Sepang, Kabupaten Manggarai Barat, serta Desa Robek dan Desa Paralando, Kabupaten Manggarai, masih berlangsung dalam kondisi darurat, dengan aktivitas belajar beralaskan dan beratapkan terpal. Ombudsman meminta pemerintah menyediakan tenda besar untuk mendukung kegiatan belajar selama masa transisi pemulihan.
Di bidang kesehatan, Ombudsman meminta layanan tetap berjalan di wilayah terdampak. Secara keseluruhan, lembaga itu meminta pemerintah memastikan air bersih, mempercepat huntara, memberi kepastian status kerusakan rumah warga, serta menjaga layanan pendidikan dan kesehatan.
Ombudsman juga menyebut penyediaan tenda yang lebih layak dan percepatan pembangunan huntara sangat dibutuhkan sebelum musim penghujan pada November–Desember. Proses verifikasi dan validasi kerusakan rumah oleh pemerintah daerah perlu dilakukan secara cepat, akurat, dan akuntabel agar pembangunan huntara tidak terhambat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Komodo Ada di Mana? Ini Lokasi Alami Komodo di NTT
Komodo ada di Nusa Tenggara Timur, terutama di Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, dengan sebaran yang juga dilaporkan di beberapa wil…
Paling ramai di Sosial & Kemanusiaan

Baca juga




