Sekolah Darurat Bantu Anak Korban Gempa Flores Kembali Belajar
Gerakan Satu Asa Untuk Flores membantu anak-anak korban gempa kembali belajar melalui sekolah darurat beratap terpal dan kayu. Relawan juga menyalurkan buku, tas, serta alat tulis.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Flores — Gerakan Satu Asa Untuk Flores, Bersama Kita Peduli mendorong anak-anak korban gempa bumi di kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali belajar pada 6 Oktober 2026. Gerakan ini hadir ketika kerusakan sekolah dan trauma gempa susulan masih mengganggu kelangsungan pendidikan.
Relawan membantu menjaga kegiatan belajar tetap berjalan melalui sekolah darurat yang menggunakan atap terpal dan kayu. Dukungan tersebut ditujukan bagi sekolah yang bangunannya tidak lagi layak huni setelah gempa.
Bantuan pendidikan juga disalurkan secara bertahap. Perlengkapannya mencakup buku, tas, dan alat tulis untuk mendukung anak-anak kembali mengikuti kegiatan belajar.
Pembelajaran darurat menjaga anak Flores tetap belajar
Bagi keluarga terdampak, sekolah darurat bukan sekadar tempat pengganti ruang kelas. Ruang ini menjadi jalan agar anak-anak dapat kembali menjalani rutinitas belajar sambil menunggu kondisi sekolah membaik. Pendekatan tersebut juga membantu menguatkan kembali semangat anak-anak setelah mengalami gempa dan guncangan susulan.
Gerakan Satu Asa Untuk Flores, Bersama Kita Peduli bekerja bersama relawan Dompet Dhuafa Volunteer dari Jakarta, Bali, Maluku, hingga Jawa Timur. Bantuan perlengkapan sekolah dikirim secara bertahap ke wilayah yang membutuhkan.
Langkah berikutnya yang disebutkan dalam laporan adalah melanjutkan distribusi perlengkapan sekolah secara bertahap, bersamaan dengan dukungan terhadap aktivitas belajar di sekolah darurat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
BMKG Peringatkan Gelombang hingga 2,5 Meter di Komodo
BMKG memperingatkan gelombang 1,25 hingga 2,5 meter di Perairan Taman Nasional Komodo hingga Senin, 5 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA. Kondisi ini beris…
Paling ramai di Sosial & Kemanusiaan

Baca juga





