Kabar Labuan Bajo

Minggu, 4 Oktober 2026

TPID Manggarai Barat Perkuat Integrasi Data Pangan

TPID Manggarai Barat membahas integrasi data produksi, stok, distribusi, logistik, dan harga pangan. Rapat juga mengarahkan verifikasi cabai, rekonsiliasi data beras, serta pemantauan dua pasar.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tiga mangkuk berisi aneka jenis beras dengan sebuah tangan memegang mangkuk tengah.
Ilustrasi: Tiga mangkuk berisi aneka jenis beras dengan sebuah tangan memegang mangkuk tengah. · Foto: MART PRODUCTION / Pexels

Labuan Bajo — Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Manggarai Barat membahas penguatan integrasi data pangan dalam rapat pada 1 Oktober 2026 di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Manggarai Barat.

Mengapa ini penting: Pembaca mendapat informasi tentang pemantauan stok dan harga di Pasar Lembor serta Pasar Batu Cermin dan rencana integrasi data pangan pemerintah daerah.

Rapat itu diarahkan untuk menghubungkan data produksi, ketersediaan, stok, arus pasokan, distribusi, logistik, dan perkembangan harga. Pemerintah daerah menyatakan pengendalian inflasi perlu ditopang informasi rantai pasok, bukan hanya perubahan harga di pasar.

Menurut InfoMabar Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, data ketersediaan Januari hingga Juli menunjukkan beras secara agregat berada dalam kondisi surplus. Data itu akan dijembatani dari gabah kering giling ke beras, stok penggilingan, stok distributor, dan stok pasar.

Pemantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian selama September 2026 mencatat koefisien variasi harga antarwaktu sebesar 3,85 persen di Pasar Lembor dan 5,34 persen di Pasar Batu Cermin. Koefisien variasi digunakan untuk melihat perubahan harga dalam suatu periode.

Forum memberi perhatian pada cabai rawit merah, ikan teri, pepaya, cabai merah keriting, cabai merah besar, dan ikan cakalang. Komoditas tersebut akan diverifikasi dari sisi produksi, stok, asal pasokan, mutu, biaya logistik, rantai distribusi, dan ketahanan stok.

Tindak lanjut rapat mencakup penguatan format Satu Data TPID, verifikasi harga dan pasokan cabai rawit merah, rekonsiliasi data beras dari produksi hingga pasar, serta pemeriksaan komoditas dengan perbedaan harga antar pasar yang tinggi.

Tim juga mengarahkan pengumpulan data stok dan days of cover, perluasan basis data logistik pelaku usaha, serta peningkatan kualitas pemantauan harga di Pasar Lembor dan Pasar Batu Cermin.

Rencana tersebut berkaitan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyiapkan rancangan peraturan bupati tentang pengendalian harga, ketersediaan, distribusi, dan pengawasan barang kebutuhan pokok dan barang penting berbasis sistem informasi terintegrasi. Menurut RRI, beras dan telur direncanakan menjadi komoditas awal untuk menguji alur data, pelaporan, peringatan dini, koordinasi, dan tindak lanjut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Data Mabar

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.