Kabar Labuan Bajo

Rabu, 7 Oktober 2026

Posyandu Wae Medu Perluas Layanan untuk 154 Balita dan 12 Ibu Hamil

Posyandu Wae Medu didorong memperluas layanan lintas enam bidang. Sebanyak 154 bayi dan balita serta 12 ibu hamil tercatat sebagai sasaran; enam balita mengalami stunting.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Ruang kelas kosong dengan deretan meja dan kursi hijau serta lembaran kertas ujian.
Ilustrasi: Ruang kelas kosong dengan deretan meja dan kursi hijau serta lembaran kertas ujian. · Foto: Andy Barbour / Pexels

Posyandu Wae Medu — Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong Posyandu Wae Medu memperluas layanan pada 6 Oktober 2026 di Kompleks SMP Negeri 1 Komodo, Labuan Bajo.

Mengapa ini penting: Perluasan layanan memberi dampak langsung pada pemantauan kesehatan 154 bayi dan balita serta 12 ibu hamil di Wae Kelambu, termasuk penanganan enam balita dengan stunting.

Menurut laporan Pos Kupang, perluasan itu menempatkan Posyandu bukan hanya sebagai tempat penimbangan balita, melainkan pusat pelayanan masyarakat dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Keenam bidang tersebut ialah kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban, dan perlindungan masyarakat.

Di bidang kesehatan, Posyandu Wae Medu mencatat 154 sasaran bayi dan balita berusia 0–5 tahun serta 12 ibu hamil. Dari kelompok balita itu, 6 anak berusia 12–59 bulan mengalami stunting dan mendapat penanganan melalui pemberian makanan tambahan.

Layanan dan dukungan kecamatan

Pelayanan yang disebutkan meliputi pendaftaran, pengukuran dan penimbangan, pencatatan, pelayanan kesehatan dan imunisasi, penyuluhan bagi orang tua, serta pemberian makanan tambahan berupa bubur kacang hijau.

Pemerintah Kecamatan Komodo juga mendorong pemerintah desa merevitalisasi Posyandu. Dukungan yang diminta mencakup penyediaan tempat pelayanan yang layak serta perlengkapan dasar, seperti meja, kursi, dan peralatan kesehatan.

Di Kecamatan Komodo terdapat 59 titik Posyandu yang didukung 295 kader. Kader membantu pemantauan kesehatan ibu dan anak, tumbuh kembang balita, pemenuhan gizi, serta edukasi kesehatan masyarakat.

Perluasan fungsi tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 yang menempatkan Posyandu sebagai wadah pelayanan dasar berbasis masyarakat untuk mendukung pemenuhan SPM lintas enam bidang.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Sosial & Kemanusiaan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.