Kabar Labuan Bajo

Rabu, 7 Oktober 2026

PGRI Flores Timur Dorong Penampungan Air untuk Korban Gempa

PGRI Flores Timur melaporkan kebutuhan air bersih masih dirasakan guru dan masyarakat di wilayah terdampak gempa. Di beberapa titik, kebutuhan air minum mencapai ratusan kemasan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Bentang perbukitan gersang di bawah langit berawan mendung.
Ilustrasi: Bentang perbukitan gersang di bawah langit berawan mendung. · Foto: Brett Sayles / Pexels

Flores — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur melaporkan pada Rabu, 7 Oktober 2026, bahwa kebutuhan air bersih masih dirasakan guru dan masyarakat di sejumlah wilayah terdampak gempa Flores. Laporan ini menjadi perkembangan terbaru dalam penyaluran bantuan yang menjangkau sejumlah kabupaten di Flores dan Lembata.

Tim PGRI Flores Timur menyalurkan bantuan langsung ke sekolah-sekolah berdasarkan pendataan kebutuhan, akses lokasi, dan titik koordinat. Bantuan yang dibawa mencakup sembako, meja dan kursi belajar, lemari arsip, tempat penampungan air, semen, seng, kompor, serta kebutuhan lain.

Maksimus menyebut air bersih masih menjadi salah satu persoalan di lokasi terdampak. Di beberapa titik, kebutuhan air minum mencapai ratusan kemasan. Karena itu, penyediaan atau pembangunan tempat penampungan air bersih dengan kapasitas lebih besar didorong agar distribusi bantuan dapat menjawab kebutuhan harian warga dan guru.

Kebutuhan penampungan air berkapasitas besar masih mendesak

Informasi ini penting bagi pembaca Labuan Bajo karena Manggarai Barat termasuk wilayah yang disebut dalam jangkauan penyaluran bantuan PGRI Flores Timur. Persoalan air bersih juga berkaitan langsung dengan pemulihan sekolah dan kehidupan masyarakat setelah gempa, terutama ketika kebutuhan di sejumlah titik tidak cukup ditangani dengan kemasan air minum.

Penyaluran bantuan PGRI Flores Timur menjangkau delapan kabupaten, yaitu Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat. Tim melakukan perjalanan langsung ke sejumlah sekolah untuk memastikan bantuan diterima oleh penerima sesuai hasil pendataan.

Setiap sekolah diminta mencantumkan identitas, kebutuhan prioritas, akses lokasi, dan titik koordinat. Data tersebut digunakan untuk memeriksa serta mengemas bantuan sesuai kebutuhan masing-masing lokasi. Laporan yang tersedia tidak menyebut jadwal pembangunan penampungan air berikutnya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.