Pasien 85 Tahun dari Pulau Komodo Dirujuk ke RSUD Komodo Labuan Bajo
Seorang laki-laki berusia 85 tahun bernama Yunus dirujuk dari Puskesmas Komodo menuju RSUD Komodo di Labuan Bajo pada 15 September 2026 karena diduga menderita penyakit hati berat.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Pulau Komodo — Seorang laki-laki berusia 85 tahun bernama Yunus dirujuk dari Puskesmas Komodo menuju RSUD Komodo di Labuan Bajo pada 15 September 2026 karena diduga menderita penyakit hati berat.
Menurut laporan Radio Republik Indonesia (RRI), Yunus sebelumnya mendapat perawatan awal di Puskesmas Komodo selama kurang lebih delapan jam sebelum diputuskan untuk dirujuk ke rumah sakit rujukan di Labuan Bajo guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lanjutan oleh dokter spesialis.
Tenaga kesehatan Puskesmas Komodo menduga pasien mengalami penyakit hati berat berupa sirosis hepatis dekompensata yang disertai penumpukan cairan di perut dan pembengkakan pada tungkai. Petugas juga menyebut kemungkinan kekurangan albumin atau malnutrisi serta dugaan keganasan di rongga perut. Saat akan dirujuk, kondisi umum pasien dilaporkan masih lemas, namun tanda vital lebih stabil dibandingkan saat pertama kali tiba di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut.
Proses rujukan dilakukan melalui jalur laut dari Pulau Komodo menuju Labuan Bajo. RRI memberitakan bahwa evakuasi medis ini difasilitasi tim Padar Heritage Conservation (PHC) menggunakan speed boat Matahari 7 dari Dermaga Pulau Komodo.
Humas PHC, Yoanna Daely, menjelaskan kapal cepat tersebut diberangkatkan dari Dermaga Pulau Komodo pada 15 September 2026 sekitar pukul 16.35 WITA untuk membawa pasien ke Labuan Bajo. Dalam perjalanan, pasien didampingi petugas Puskesmas dan empat anggota keluarga.
Setibanya di Labuan Bajo, pasien direncanakan langsung dibawa ke unit gawat darurat RSUD Komodo untuk pemeriksaan awal, sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh dokter rumah sakit sesuai prosedur rujukan pasien dengan kondisi gawat.
Rujukan Yunus dari Pulau Komodo ini kembali menyoroti tantangan akses layanan kesehatan rujukan bagi warga di pulau tersebut. Dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala Desa Komodo, Haji Aksan, menyebut belum tersedianya ambulans laut khusus untuk evakuasi medis. Selama ini, warga yang sakit darurat kerap dievakuasi menggunakan perahu nelayan dengan waktu tempuh hingga lima sampai enam jam dari Pulau Komodo ke Labuan Bajo.
Perjalanan dari Pulau Komodo ke Labuan Bajo pada dasarnya hanya dapat ditempuh melalui transportasi laut atau helikopter. Keterbatasan moda evakuasi medis membuat inisiatif bantuan transportasi dari lembaga konservasi dan pihak lain menjadi krusial ketika terjadi kasus gawat darurat seperti yang dialami Yunus.
Kasus rujukan pasien lansia dengan penyakit hati berat ini menambah daftar evakuasi medis dari Pulau Komodo ke Labuan Bajo dalam beberapa tahun terakhir, di tengah kebutuhan peningkatan sarana dan sistem rujukan kesehatan bagi masyarakat di kawasan kepulauan Manggarai Barat.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Sosial & Kemanusiaan

Seberapa Jauh Manggarai Barat Sudah Menikmati Air Minum Layak dan Sanitasi Aman?
Akses air minum layak dan sanitasi aman di Manggarai Barat sudah di atas rata-rata Nusa Tenggara Timur, tetapi belum merata di semua wilayah layanan p…
Berita utama hari ini


