Kabar Labuan Bajo

Kamis, 8 Oktober 2026

Manggarai Barat Perkuat Pantauan Pangan di Lembor dan Batu Cermin

Pemkab Manggarai Barat menjadikan pemantauan rutin di Pasar Lembor dan Pasar Batu Cermin sebagai sistem peringatan dini harga, stok, dan distribusi pangan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Aneka buah, sayuran, bawang, dan durian tertata di dalam keranjang-keranjang anyaman bambu.
Ilustrasi: Aneka buah, sayuran, bawang, dan durian tertata di dalam keranjang-keranjang anyaman bambu. · Foto: quang vinh / Pexels

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyatakan pemantauan rutin di Pasar Lembor dan Pasar Batu Cermin menjadi bagian dari sistem peringatan dini pangan pada 6 Oktober 2026. Pemantauan dilakukan untuk membaca perkembangan harga, stok, dan kelancaran distribusi bahan pokok.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Manggarai Barat menjalankan pemantauan berkala di sejumlah pasar dan pusat distribusi. Kepala Disdagrin Manggarai Barat Adrianus Ojo menyebut informasi lapangan dipakai untuk mengetahui penyebab perubahan harga dan menentukan langkah menjaga stabilitas pasokan.

Jika ditemukan kenaikan harga yang dipengaruhi keterbatasan pasokan atau kendala distribusi, pemerintah dapat berkoordinasi dengan pihak terkait. Pasar murah juga disiapkan apabila harga komoditas pangan naik secara tidak wajar.

Pemantauan Lembor dan Batu Cermin menjadi alarm pasokan pangan

Bagi warga dan pelaku usaha di Manggarai Barat, pemantauan di dua pasar tersebut membantu pemerintah mendeteksi lebih awal penurunan stok atau gangguan distribusi. Data yang dihimpun mencakup harga, ketersediaan barang, stok, dan arus distribusi.

Rilis Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mencatat hasil pemantauan September 2026 menunjukkan rata-rata Koefisien Variasi harga antarwaktu di Pasar Lembor sebesar 3,85 persen, sedangkan Pasar Batu Cermin sebesar 5,34 persen. Perbedaan harga antarwilayah Lembor–Batu Cermin tercatat 9,12 persen. Koefisien Variasi digunakan sebagai instrumen peringatan dini, bukan angka inflasi resmi.

Pemerintah daerah juga memperkuat koordinasi dengan pemasok dari luar daerah dan Satuan Tugas Pangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Langkah berikutnya yang disebut dalam laporan adalah verifikasi harga dan pasokan, rekonsiliasi data beras dari produksi hingga pasar, serta peningkatan kualitas pemantauan di Pasar Lembor dan Pasar Batu Cermin.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Manggarai Barat

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.