Kabar Labuan Bajo

Rabu, 23 September 2026

Kemenag Manggarai Barat Memantau Kegiatan Belajar di MTsN 2

Kepala Kantor Kementerian Agama Manggarai Barat memantau kegiatan belajar di MTsN 2 pada 21 September 2026. Asesmen teknis ruang kelas disiapkan untuk menentukan penanganan berikutnya.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan kursi kayu di dalam ruang kelas kosong dengan papan tulis hitam di dinding.
Ilustrasi: Deretan kursi kayu di dalam ruang kelas kosong dengan papan tulis hitam di dinding. · Foto: ZhiCheng Zhang / Pexels

Labuan Bajo — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat Fransiskus Xaverius Adi bersama jajarannya memantau kegiatan belajar mengajar di MTsN 2 Manggarai Barat pada Senin, 21 September 2026.

Mengapa ini penting: Pemantauan memastikan kegiatan belajar MTsN 2 tetap berlangsung sambil menunggu asesmen teknis ruang kelas yang rusak akibat gempa.

Menurut RRI, pemantauan dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan siswa. Rombongan meninjau sarana pembelajaran, mengamati kegiatan belajar, serta berdialog dengan pihak madrasah mengenai kondisi ruang kelas dan penanganan setelah gempa.

Asesmen ruang kelas

Fransiskus didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha Karolus L.H. Kejuru dan Kepala Seksi Pendidikan Islam Jerudin. Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memastikan asesmen teknis terhadap ruang kelas yang mengalami kerusakan.

Hasil asesmen itu akan menjadi dasar penentuan tindak lanjut. Selama proses pemulihan sarana pendidikan berlangsung, kegiatan belajar diarahkan tetap berjalan dengan memperhatikan keamanan ruang yang digunakan.

RRI sebelumnya melaporkan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat mendata kerusakan sejumlah fasilitas di MTsN 2 setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Kerusakan yang dilaporkan mencakup plafon teras ruang kelas lantai dua gedung SBSN, ruang kelas, ruang guru, ruang UKS, serta jaringan dan instalasi listrik.

BMKG menyatakan gempa bermagnitudo 5,3 yang terjadi pada 21 September 2026 merupakan rangkaian susulan gempa bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Hingga 21 September pukul 05.00 waktu setempat, BMKG mencatat 17.073 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2. Gempa bermagnitudo 5,3 itu dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Sosial & Kemanusiaan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.