Jembatan Darurat Jalur Ende–Nagekeo Kembali Berfungsi
Peninjauan menyatakan jembatan yang membutuhkan penanganan darurat di jalur Ende hingga Nagekeo telah kembali berfungsi. Beberapa jembatan masih memerlukan rehabilitasi lanjutan.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Nagekeo — Jembatan-jembatan di sepanjang jalur Ende hingga Nagekeo yang membutuhkan penanganan darurat telah diselesaikan dan kembali berfungsi. Berfungsinya kembali jembatan tersebut mendukung mobilitas warga yang melintas antara Ende dan Nagekeo serta menjaga konektivitas jalur antardaerah setelah gempa Nusa Tenggara Timur.
Penanganan bangunan terdampak gempa mencakup tempat ibadah, fasilitas kesehatan, dan pendidikan keagamaan. Tingkat kerusakan menjadi dasar penanganan. Pekerjaan dilakukan mulai dari pembersihan kerusakan ringan hingga rehabilitasi dan rekonstruksi untuk kerusakan sedang serta berat.
Jembatan Ende–Nagekeo kembali mendukung mobilitas warga
Beberapa jembatan masih memerlukan penanganan lebih lanjut melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi. Dengan demikian, selesainya penanganan darurat belum mengakhiri seluruh pekerjaan pada jembatan di jalur Ende hingga Nagekeo. Sejumlah bagian tetap membutuhkan pemulihan sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan fasilitas tersebut.
Penanganan pascagempa tidak hanya mencakup jembatan. Pemerintah menargetkan kerusakan ringan pada bangunan dapat diselesaikan pada 2026. Prioritas dilakukan bertahap sesuai kondisi kerusakan dan kebutuhan pemulihan fasilitas publik.
Jembatan yang telah kembali berfungsi kini membantu kelancaran pergerakan warga di antara Ende dan Nagekeo. Pada saat yang sama, rehabilitasi dan rekonstruksi tetap diperlukan bagi beberapa jembatan yang kondisinya belum sepenuhnya tertangani. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari pemulihan infrastruktur serta bangunan terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Sosial & Kemanusiaan
Bantuan Beras Gempa di Ende Belum Tersalur
Penyaluran beras bantuan gempa di sejumlah desa Kabupaten Ende batal pada 1 Oktober 2026. Lebih dari 700 ton masih tersimpan di kantor desa dan belum…
Paling ramai di Flores Raya
Berita utama hari ini

Baca juga




