Kabar Labuan Bajo

Selasa, 22 September 2026

Bagaimana tren angka kriminalitas di Manggarai Barat dan Labuan Bajo?

Angka kriminalitas di Kabupaten Manggarai Barat beberapa tahun terakhir tercatat fluktuatif, namun pemerintah daerah dan BPS menunjukkan penurunan jumlah tindak pidana yang dilaporkan pada 2023 dibanding 2022.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah gembok dan rantai berkarat mengunci pintu pagar kawat di luar ruangan.
Ilustrasi: Sebuah gembok dan rantai berkarat mengunci pintu pagar kawat di luar ruangan. · Foto: Andreas Schnabl / Pexels

Angka kriminalitas di Kabupaten Manggarai Barat beberapa tahun terakhir cenderung fluktuatif, namun data resmi menunjukkan penurunan kasus yang dilaporkan pada 2023 dibanding 2022. Menurut Bappeda Manggarai Barat, 2025, jumlah tindak pidana yang dilaporkan turun dari 273 kasus pada 2022 menjadi 223 kasus pada 2023. Data ini membantu menilai arah situasi keamanan di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Bagaimana tren angka kriminalitas di Manggarai Barat beberapa tahun terakhir?

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Manggarai Barat mencatat bahwa jumlah tindak kejahatan yang dilaporkan ke polisi pada 2017 sebanyak 157 kasus dan naik menjadi 215 kasus pada 2018, menurut dokumen perencanaan daerah, 2021. Masih menurut dokumen yang sama, 2019 tercatat 178 kasus dan meningkat lagi menjadi 204 kasus pada 2020. Pemerintah daerah menyimpulkan angka kriminalitas bersifat fluktuatif dalam periode tersebut, dengan perbandingan terhadap jumlah penduduk diambil dari publikasi Manggarai Barat Dalam Angka, menurut Bappeda Manggarai Barat, 2021.

Seberapa besar penurunan kasus pidana yang dilaporkan pada 2022–2023?

Dalam Perda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2025–2029, pemerintah daerah memasukkan indikator jumlah tindak pidana yang dilaporkan di Kabupaten Manggarai Barat. Menurut Bappeda Manggarai Barat, 2025, pada 2022 tercatat 273 kasus tindak pidana yang dilaporkan, sedangkan pada 2023 jumlahnya menurun menjadi 223 kasus. Dokumen yang sama menjelaskan bahwa penurunan ini dinilai cukup signifikan oleh pemerintah daerah karena terkait langsung dengan target peningkatan rasa aman masyarakat dan wisatawan.

Apa yang dikatakan statistik kriminal BPS tentang Manggarai Barat?

Badan Pusat Statistik sebagai lembaga statistik resmi memuat Kabupaten Manggarai Barat dalam Statistik Kriminal Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam publikasi BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2021, ditampilkan jumlah kejahatan per kabupaten/kota berikut persentase atau tingkat kriminalitas. Manggarai Barat tercantum dengan angka jumlah kejahatan dan persentase yang menggambarkan proporsi kasus terhadap total kejahatan di provinsi, menurut BPS NTT, 2021.

Walau angka rinci per jenis kejahatan tidak dijelaskan panjang lebar dalam ringkasan, keberadaan Manggarai Barat di statistik kriminal provinsi menegaskan bahwa kawasan Labuan Bajo dipantau sebagai bagian dari peta kriminalitas NTT.

Bagaimana kaitan angka kriminalitas dengan penanganan kasus oleh polisi?

RPJMD Kabupaten Manggarai Barat 2021–2026 mencatat bukan hanya jumlah tindak kejahatan yang dilaporkan, tetapi juga jumlah yang diselesaikan oleh aparat, menurut Bappeda Manggarai Barat, 2021. Dalam tabel yang sama, jumlah tindak kejahatan yang diselesaikan tercatat 129 kasus pada 2017, 153 kasus pada 2018, 134 kasus pada 2019, dan 125 kasus pada 2020, menurut Bappeda Manggarai Barat, 2021. Data ini menunjukkan bahwa indikator keamanan di Labuan Bajo dan sekitarnya dinilai bukan hanya dari banyaknya laporan, tetapi juga dari kemampuan aparat menyelesaikan perkara.

Apa dampak angka kriminalitas terhadap kebijakan keamanan di Labuan Bajo?

Perda RPJMD Manggarai Barat 2025–2029 menjadikan penurunan tindak pidana sebagai bagian dari sasaran strategis bidang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, menurut Bappeda Manggarai Barat, 2025. Penurunan jumlah kasus dari 273 pada 2022 menjadi 223 pada 2023 digunakan untuk menilai efektivitas kebijakan keamanan, termasuk penguatan Polres Manggarai Barat dan koordinasi dengan instansi lain, menurut Bappeda Manggarai Barat, 2025. Bagi warga Labuan Bajo, angka ini menjadi dasar pemerintah daerah untuk merancang program pencegahan kejahatan dan pengamanan kawasan wisata.

Bagaimana warga bisa membaca angka kriminalitas ini untuk kehidupan sehari-hari?

Angka kriminalitas di dokumen perencanaan dan statistik tidak menggambarkan seluruh dinamika keamanan, tetapi memberi gambaran umum arah tren. Menurut Bappeda Manggarai Barat, 2021, ketika dibandingkan dengan jumlah penduduk, angka kriminalitas Kabupaten Manggarai Barat dinilai relatif rendah dalam konteks provinsi, meski tetap perlu diwaspadai. Dengan data penurunan kasus pidana yang dilaporkan pada 2023, menurut Bappeda Manggarai Barat, 2025, warga dan pelaku usaha di Labuan Bajo dapat menilai bahwa upaya penegakan hukum dan pencegahan kejahatan menjadi bagian penting dari kebijakan daerah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Hukum & Kriminal

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.