Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 26 September 2026

Bagaimana Dua ASN Kemenkum NTT Mendukung Penanganan Gempa di Flores?

Dua ASN Kemenkum NTT bergabung dengan tim dokter Undana untuk membantu warga terdampak gempa Flores. Penugasan berlangsung di Nagekeo–Mbay pada 22 hingga 28 Agustus 2026.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Peralatan pertolongan pertama seperti perban, gunting medis, peniti, dan obat-obatan di atas latar putih.
Ilustrasi: Peralatan pertolongan pertama seperti perban, gunting medis, peniti, dan obat-obatan di atas latar putih. · Foto: Marta Branco / Pexels

Nagekeo — Dua aparatur sipil negara (ASN) Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Nusa Tenggara Timur bergabung dengan tim dokter Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk memberikan dukungan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa di Flores. Laporan RRI pada 22 September 2026 menyebut keduanya menjalankan tugas di wilayah Nagekeo–Mbay pada 22 hingga 28 Agustus 2026.

Keterlibatan itu disampaikan dalam apel pagi jajaran ASN Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Timur. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang evaluasi pelaksanaan tugas dan pemberian apresiasi kepada dua pegawai yang ikut dalam misi kemanusiaan bagi warga terdampak gempa Flores.

Dukungan di Nagekeo penting bagi warga terdampak gempa

Bagi pembaca di Labuan Bajo dan wilayah Flores, Nagekeo–Mbay merupakan bagian dari kawasan yang terhubung oleh mobilitas warga, layanan kesehatan, serta jalur distribusi bantuan antarkabupaten. Kehadiran tim medis dan unsur pendukung di lokasi terdampak membantu memperkuat respons kemanusiaan, terutama ketika warga membutuhkan layanan setelah gempa.

Universitas Nusa Cendana juga melaporkan bahwa Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana menjalankan operasi tanggap darurat di Kabupaten Nagekeo sejak 23 Agustus 2026. Tim tersebut membuka posko medis, melakukan penapisan pasien kritis, dan mengunjungi wilayah terpencil untuk melayani pengungsi serta warga terdampak.

Dalam laporan RRI, dua pegawai Kementerian Hukum disebut mewakili institusinya untuk bergabung dengan tim dokter Undana. Sumber tersebut tidak merinci jenis layanan yang diberikan oleh kedua ASN itu selama penugasan, tetapi menyebut masa tugasnya berlangsung pada 22 hingga 28 Agustus 2026.

Laporan yang tersedia tidak menyebut jadwal kegiatan kemanusiaan berikutnya setelah penugasan tersebut selesai.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Sosial & Kemanusiaan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.