Anak komodo: kenapa hidupnya banyak di pohon di Taman Nasional Komodo
Anak komodo bertahan hidup dengan memanjat pohon sejak menetas. Di Taman Nasional Komodo, fase ini dipakai untuk menghindari predator dan berburu mangsa kecil di kanopi.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Anak komodo — adalah anakan biawak komodo yang baru menetas dan harus bertahan sendiri sejak awal kehidupan. Di Taman Nasional Komodo, anak komodo umumnya naik ke pohon untuk menghindari komodo dewasa, lalu berburu mangsa kecil di kanopi, menurut BTNK dan Yayasan Komodo Survival Program.
Mengapa anak komodo naik ke pohon?
Komodo dewasa dapat memangsa komodo yang lebih kecil, sehingga anak komodo mengandalkan pohon sebagai tempat aman pada masa awal hidupnya, kata Kepala Balai Taman Nasional Komodo Hendrikus Rani Siga dalam laporan media. Yayasan Komodo Survival Program yang dikutip media yang sama menyebut anak komodo bisa menghabiskan sekitar satu tahun di atas pohon.
Dalam laporan lain, sumber yang sama menyebut anak komodo menghabiskan 1-2 tahun berada di atas pohon, hampir tidak pernah turun kecuali pindah pohon. Perbedaan angka ini menunjukkan bahwa lamanya fase hidup di kanopi dipaparkan berbeda oleh rujukan yang dikutip media, tetapi intinya sama: fase itu dipakai untuk selamat dari predator di tanah.
Apa yang dimakan anak komodo?
Selama hidup di atas pohon, anak komodo makan telur dan anakan burung, serangga, tokek, cicak, dan kadal kecil lain, menurut laporan detikTravel yang mengutip BTNK dan Yayasan Komodo Survival Program. Saat mulai lebih besar, anak komodo masih memakai pohon sebagai tempat aman sambil mencari mangsa kecil di sekitarnya.
Tempo juga menulis bahwa anak komodo yang ukurannya di bawah 1,5 meter menyelamatkan diri dengan memanjat pohon, lalu bertahan dengan memakan cecak, tokek, telur burung, dan berbagai serangga. Dua sumber ini sejalan pada pola makan utama anak komodo: mangsa kecil yang mudah dijangkau di habitat pohon.
Bagaimana awal hidup anak komodo di alam liar?
Setelah menetas, anak komodo tidak langsung hidup mandiri di pohon. Dalam laporan detikTravel, disebutkan bahwa pada awal kehidupan anak komodo dapat berada di dekat sarang, lalu beberapa bulan kemudian baru mampu naik ke pohon dan hidup di sana.
Laporan yang sama menyebut telur komodo disimpan di tanah selama 7-9 bulan hingga siap menetas, dan telur biasanya pecah pada Februari-April tahun berikutnya. Itu menjelaskan mengapa periode penetasan anak komodo di alam liar sering muncul pada awal tahun.
Kenapa informasi ini penting bagi pengunjung TN Komodo?
Memahami perilaku anak komodo membantu pengunjung membaca habitatnya dengan benar: anak komodo tidak selalu terlihat di tanah karena banyak waktu awal hidupnya dihabiskan di kanopi. Bagi wisatawan di Labuan Bajo dan pulau-pulau sekitarnya, ini penting untuk memahami mengapa pengamatan satwa harus mengikuti kondisi alam dan jarak aman di kawasan taman nasional.
Fakta inti tentang anak komodo
- Anak komodo bertahan hidup dengan memanjat pohon untuk menghindari komodo dewasa dan predator tanah.
- Yayasan Komodo Survival Program yang dikutip media menyebut fase di pohon berlangsung sekitar satu tahun, sementara laporan lain menyebut 1-2 tahun.
- Di atas pohon, anak komodo makan telur, anakan burung, serangga, tokek, cicak, dan kadal kecil lain.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Pemkab Manggarai Barat Sanksi 11 Hotel Pelanggar Sempadan Pantai
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menjatuhkan sanksi administratif kepada 11 hotel di pesisir Wae Cicu-Pede. Total denda mencapai Rp34,00 miliar da…
Paling ramai di Pariwisata & TN Komodo

Berita utama hari ini

Baca juga





