Pengungsi Gempa Palue Masih Kesulitan Mendapat Air Bersih
Pengungsi gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, masih menghadapi keterbatasan air bersih. Bantuan mobil tangki belum memenuhi kebutuhan warga di sejumlah posko.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Palue — Warga di sejumlah posko pengungsian di Pulau Palue, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, masih kesulitan memperoleh air bersih lebih dari sebulan setelah gempa Flores. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka yang dikutip RRI mencatat 924 kepala keluarga atau 3.462 jiwa masih bertahan di pengungsian.
Distribusi air menggunakan mobil tangki sudah dilakukan, tetapi jumlahnya belum memenuhi kebutuhan warga. Warga umumnya menerima satu hingga dua jeriken, sementara bantuan itu disebut belum mencukupi kebutuhan satu desa.
Di Pulau Palue, jumlah pengungsi tercatat 892 kepala keluarga atau 3.340 jiwa yang tersebar di sejumlah posko. Marni Sugo, warga Desa Rokirole, mengatakan air bersih dan penerangan masih menjadi persoalan di lokasi pengungsian.
Air bersih Palue menyangkut kebutuhan dasar pengungsi
Persoalan ini penting bagi pembaca di Labuan Bajo karena memperlihatkan kebutuhan dasar warga terdampak bencana di wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur. Akses air tidak hanya berkaitan dengan konsumsi harian, tetapi juga dengan keberlangsungan hidup warga yang masih tinggal di tenda dan posko.
Laporan lain dari Tribun Flores menyebut persediaan air minum di Palue mulai menipis setelah cuaca panas membuat bak penampungan air hujan mengering. Laporan tersebut mengutip Camat Palue, Rudolfus Riba, yang menyatakan kondisi itu membuat kebutuhan air bersih semakin mendesak.
Pemerintah daerah menyatakan pemenuhan air bersih, pangan, kesehatan, sanitasi, dan kebutuhan dasar lain masih diperlukan secara bertahap.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Ciri-ciri Komodo: Tubuh, Gigi, Kulit, dan Lidah yang Mudah Dikenali
Komodo mudah dikenali dari tubuh besar, ekor panjang, kulit bersisik keras, gigi tajam bergerigi, dan lidah kuning bercabang.
Terbaru di Sosial & Kemanusiaan

Baca juga





