Mercusuar Nuca Molas Ditutup Permanen Setelah Gempa 15 Agustus
Mercusuar sekitar 35 meter di Nuca Molas, Pulau Mules, mengalami keretakan setelah gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus. Aktivitas pendakian dihentikan permanen demi keselamatan wisatawan.
Kontributor: Egan
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Aktivitas menaiki mercusuar di Nuca Molas, yang juga dikenal sebagai Pulau Mules, telah dihentikan secara permanen setelah bangunan itu mengalami keretakan akibat gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Informasi tersebut disampaikan Ketua Pokdarwis Nuca Molas Sahrul Salam pada Minggu (20/9), dan dicatat Egan, pemandu wisata di Labuan Bajo, dalam laporan mengenai kondisi destinasi pada Selasa (22/9) siang.
Menurut keterangan Sahrul, mercusuar itu memiliki tinggi sekitar 35 meter. Ia mengatakan banyak bagian bangunan retak setelah gempa dan pengelola menutupnya demi keselamatan wisatawan.
Belum ada kepastian kapan mercusuar tersebut akan dibangun kembali. Wisatawan yang berencana berkunjung diimbau memastikan lebih dahulu status operasional destinasi, kondisi cuaca, serta ketersediaan penyeberangan kepada pengelola setempat.
Nuca Molas berada di Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pulau itu memiliki perbukitan hijau, padang savana, pantai berpasir putih, dan laut biru jernih. Pemandangan mercusuar dan pulau tersebut tampak dalam foto yang menyertai laporan ini.
Laporan lapangan: pantauan langsung Egan, pemandu wisata di Labuan Bajo, disunting redaksi. Pernyataan resmi diatribusikan kepada sumbernya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores Raya
Pesta Sambut Baru di Wae Ri'i Manggarai Berujung Maut, Satu Pemuda Tewas
Pesta ucapan syukur penerimaan Komuni Suci Pertama atau sambut baru di Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai, berujung perkelahian antar kelompok wa…
Terbaru di Pariwisata & TN Komodo

Baca juga





