Kabar Labuan Bajo

Kamis, 8 Oktober 2026

Mengapa Target Ekonomi Manggarai Barat Berubah pada 2026

Pemkab Manggarai Barat menaikkan target pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 6,20 persen dan menargetkan kemiskinan turun menjadi 15,65 persen dalam perubahan anggaran.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Suasana lorong pasar ikan tradisional dengan pedagang dan aneka wadah ikan.
Ilustrasi: Suasana lorong pasar ikan tradisional dengan pedagang dan aneka wadah ikan. · Foto: Fahry Samalewa / Pexels

Manggarai Barat — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 6,20 persen pada 2026. Target itu disampaikan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi saat memaparkan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Manggarai Barat pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Pemerintah kabupaten juga menargetkan angka kemiskinan turun dari 16,25 persen dalam APBD induk menjadi 15,65 persen melalui perubahan anggaran. Angka target ini berbeda dari sasaran sebelumnya yang mencantumkan pertumbuhan ekonomi 5,35 persen dan kemiskinan 16,25 persen.

Mengapa target 6,20 persen penting bagi Manggarai Barat

Perbedaan angka menunjukkan adanya pembaruan sasaran ekonomi untuk 2026. Bagi pembaca di Labuan Bajo dan wilayah lain Manggarai Barat, target tersebut berkaitan dengan arah belanja dan kebijakan pemerintah daerah, terutama pada sektor yang menopang kegiatan ekonomi harian.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendorong diversifikasi ekonomi melalui pertanian, perikanan, ketahanan pangan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta hilirisasi komoditas lokal. Pemerintah juga menetapkan delapan arah kebijakan makro, yakni percepatan pariwisata berkelanjutan, diversifikasi ekonomi, pengembangan UMKM, penciptaan iklim investasi yang kondusif, pengurangan kemiskinan dan pengangguran, pengendalian inflasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan konektivitas dan infrastruktur.

Selain pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan, pemerintah menargetkan Indeks Pembangunan Manusia mencapai 70,47 dan Gini Ratio berada pada angka 0,315. RRI melaporkan target pertumbuhan tersebut disampaikan dalam pembahasan perubahan KUA-PPAS, sedangkan dokumen dan pemberitaan pemerintah sebelumnya memuat sasaran pertumbuhan 5,35 persen serta kemiskinan 16,25 persen.

Langkah berikutnya adalah pembahasan dan pelaksanaan perubahan anggaran 2026 sesuai arah kebijakan yang telah dipaparkan dalam rapat paripurna.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Mabar

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.