Kabar Labuan Bajo

Kamis, 1 Oktober 2026

Labuan Bajo Jadi Pintu Masuk Taman Nasional Komodo

RRI menempatkan Labuan Bajo sebagai gerbang menuju Taman Nasional Komodo sekaligus pusat wisata dan budaya Manggarai. Rute perjalanan dapat berubah, sehingga informasi terbaru perlu diperiksa.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Potret jarak dekat kepala seekor komodo dengan lidah menjulur di atas tanah.
Ilustrasi: Potret jarak dekat kepala seekor komodo dengan lidah menjulur di atas tanah. · Foto: Miguel Cuenca / Pexels

Labuan Bajo — Labuan Bajo menjadi pintu masuk menuju Taman Nasional Komodo dan titik awal perjalanan ke Pulau Komodo, Rinca, serta Padar pada 30 September 2026. Kawasan di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, itu juga berkembang sebagai pusat pariwisata dan ruang bertemunya wisata alam dengan budaya Manggarai.

Taman Nasional Komodo mencakup Pulau Komodo, Rinca, Padar, sejumlah pulau kecil, serta perairan di sekitarnya. Pulau Komodo dan Rinca dikenal sebagai kawasan penting habitat komodo, sementara Padar menawarkan lanskap perbukitan dan teluk.

Mengapa penting bagi pembaca Labuan Bajo

Informasi ini membantu warga dan wisatawan melihat Labuan Bajo bukan hanya sebagai kota pelabuhan. Perjalanan dari kota dapat berlanjut ke kawasan konservasi dan desa wisata di Manggarai Barat, termasuk Desa Wisata Liang Ndara yang memadukan wisata alam dengan atraksi budaya.

Budaya Manggarai menjadi bagian penting dari pengalaman di wilayah ini. RRI menyebut Caci sebagai pertunjukan yang mempertemukan dua peserta dalam pola pertarungan ritual menggunakan cambuk dan perisai. Tenun songke, kerajinan, kuliner, dan kehidupan desa melengkapi gambaran tentang budaya yang tetap hadir dalam keseharian masyarakat.

Labuan Bajo berada di ujung barat Pulau Flores dan berfungsi sebagai salah satu pusat pariwisata utama Indonesia. Kawasan ini juga ditetapkan sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas. Taman Nasional Komodo disebut telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1991.

Rute menuju kawasan wisata tersedia melalui udara, laut, dan darat. Kondisi perjalanan dapat berubah, sehingga wisatawan perlu memeriksa informasi terbaru sebelum berangkat, termasuk jadwal transportasi dan ketentuan kunjungan kawasan konservasi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Pariwisata & TN Komodo

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.