Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 26 September 2026

Kunjungan Wisatawan Labuan Bajo 2025: Ramai, Tapi Siapa Menikmati?

Kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo mencapai 500.008 orang pada 2025. Namun angka itu terutama mengukur arus kedatangan, bukan otomatis pemerataan pendapatan bagi warga Manggarai Barat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah perahu kayu bercadik di perairan laut dengan seorang nelayan di dalamnya.
Ilustrasi: Sebuah perahu kayu bercadik di perairan laut dengan seorang nelayan di dalamnya. · Foto: Ella Ragasa / Pexels

Jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo pada 2025 mencapai 500.008 orang, menurut data Kementerian Pariwisata. Angka itu mencakup 341.955 wisatawan mancanegara dan 158.053 wisatawan nusantara, tetapi belum dengan sendirinya menunjukkan berapa besar manfaat ekonomi yang diterima warga Manggarai Barat.

Berapa jumlah wisatawan yang datang?

Data Kementerian Pariwisata mencatat 500.008 kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo sepanjang 2025. Data tersebut tersedia dalam dataset resmi berjudul “Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Labuan Bajo Tahun 2025”, yang diperbarui pada 24 September 2026.

Kunjungan tertinggi terjadi pada Juli, sebanyak 73.275 orang, sedangkan yang terendah terjadi pada Januari, sebanyak 16.646 orang, menurut laporan detikBali pada 18 Januari 2026 yang mengutip data pemerintah daerah.

Siapa yang paling banyak berkunjung?

Wisatawan mancanegara berjumlah 341.955 orang, sementara wisatawan nusantara berjumlah 158.053 orang, menurut data Kementerian Pariwisata, 2025. Komposisi ini menunjukkan bahwa arus kunjungan ke Labuan Bajo pada tahun tersebut lebih banyak berasal dari luar negeri.

RRI juga melaporkan angka total 500.008 wisatawan untuk 2025 berdasarkan data Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat. RRI mencatat bahwa destinasi yang dikelola Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menerima 67.986 kunjungan wisatawan pada tahun yang sama.

Apakah kenaikan kunjungan otomatis berarti ekonomi warga ikut naik?

Belum dapat disimpulkan dari angka kunjungan saja. Data kunjungan menghitung kedatangan wisatawan, sedangkan dampak ekonomi memerlukan ukuran lain, seperti lama tinggal, pengeluaran, penyerapan tenaga kerja, penerimaan daerah, dan distribusi manfaat.

BPS Manggarai Barat menjelaskan bahwa statistik pariwisata mencakup aktivitas pengunjung, kegiatan industri pariwisata, infrastruktur, ketenagakerjaan, dan akun satelit pariwisata. Karena itu, angka 500.008 lebih tepat dibaca sebagai ukuran arus wisatawan, bukan sebagai nilai pendapatan masyarakat.

Mengapa angka kunjungan perlu dibaca bersama data lokal?

Perbedaan cakupan penting diperhatikan. Data Kementerian Pariwisata dan laporan pemerintah daerah menyebut total kunjungan ke Labuan Bajo, sedangkan angka 67.986 yang dilaporkan RRI khusus merujuk pada destinasi yang dikelola pemerintah kabupaten.

Pembacaan semacam ini membantu membedakan jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan Labuan Bajo dari jumlah kunjungan ke objek tertentu. Untuk menilai pemerataan manfaat, data arus wisatawan perlu dipasangkan dengan statistik ekonomi dan ketenagakerjaan Manggarai Barat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

    KM Wilis Tiba di Labuan Bajo Sabtu Pagi

    Pariwisata & TN Komodo

    KM Wilis Tiba di Labuan Bajo Sabtu Pagi

    KM Wilis dijadwalkan singgah di Labuan Bajo pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 08.00–09.00 WITA sebelum melanjutkan pelayaran menuju Bima, Waikelo, W…

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.