Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 3 Oktober 2026

Cafe Ghaura Coklat Perkenalkan Produk Lokal di Labuan Bajo

Cafe Ghaura Coklat di Jalan Alo Tanis, Labuan Bajo, baru beroperasi sekitar dua bulan. Pengunjungnya berasal dari wisatawan domestik dan mancanegara, termasuk Eropa, Australia, China, dan Korea.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Potongan cokelat hitam dan putih terletak di atas meja kayu.
Ilustrasi: Potongan cokelat hitam dan putih terletak di atas meja kayu. · Foto: Cemrecan Yurtman / Pexels

Labuan Bajo — Cafe Ghaura Coklat di Jalan Alo Tanis, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, mulai beroperasi sekitar dua bulan sebelum diberitakan pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kafe ini membawa produk cokelat dan kopi berbasis potensi lokal Nusa Tenggara Timur ke kawasan wisata.

Owner Ghaura Chocolatier Labuan Bajo, Ignasius Charles Angliwarman, mengatakan pengunjung kafe datang dari wisatawan domestik dan mancanegara. Wisatawan dari Eropa, Australia, China, dan Korea disebut termasuk yang berkunjung.

Menurut Charles, Ghaura berkaitan dengan perkebunan kakao di Sumba yang telah dikembangkan selama sekitar 30 tahun dengan luas mencapai lebih dari 800 hektare. Produk yang ditawarkan memiliki sejumlah varian dengan karakter yang mengangkat potensi daerah di Nusa Tenggara Timur.

Produk lokal mendapat ruang di pusat wisata Labuan Bajo

Kehadiran kafe ini penting bagi pembaca di Labuan Bajo karena pengalaman wisata tidak hanya berlangsung di kawasan tujuan utama, tetapi juga di tempat usaha yang memperkenalkan hasil perkebunan daerah. Menu kafe menghubungkan produk cokelat dengan nama dan pengalaman destinasi yang sudah dikenal wisatawan.

Sejumlah menu menggunakan nama destinasi wisata, antara lain Pink Beach Smoothies, Ghaura Komodo, Ghaura Hot Chocolate, dan Ghaura Ice Chocolate Biscoff. Charles menyebut cokelat origin dan hot chocolate termasuk produk yang cukup diminati selama kafe beroperasi.

Konsep tersebut diarahkan untuk memperkenalkan potensi perkebunan Nusa Tenggara Timur sekaligus mengembangkan produk lokal di daerah pariwisata. Respons wisatawan selama sekitar dua bulan beroperasi cukup positif, dengan pengunjung dari dalam negeri dan sejumlah negara.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kota Labuan Bajo

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.