KABAR LABUAN BAJO – Pemkab Manggarai Barat bersama aparat keamanan dari TNI – Polri terus menunjukkan komitmennya untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di destinasi pariwisata super prioritas itu.
Komitmen tersebut dibuktikan dengan memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan laut di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bahkan pengawasan rutin dilakukan di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, yang berpotensi menjadi pintu ke luar bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTT, khususnya dari delapan kabupaten se-daratan Pulau Flores, yang hendak bekerja ke luar negeri secara ilegal atau non-prosedural.
Baca Juga:
Polres Manggarai Barat Tetapkan Satu Orang Tersangka TPPO
Pengawasan tersebut dilakukan oleh Satuan Pam Obvit dan Satuan Polairud Polres Manggarai Barat bersama Lanal Labuan Bajo serta KSOP Labuan Bajo. Secara bersama – sama, petugas gabungan ini melakukan monitoring guna mencegah adanya pengiriman TKI ilegal dari NTT.
Seperti Rabu 19 Juli 2023 sore, di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, personil TNI – Polri tampak sibuk mengatur para penumpang KM Binaiya yang baru saja tiba dari Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan hendak menuju Pelabuhan Soekarno – Hatta Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Menurut Kapolres Manggarai Barat, AKBP Ari Satmoko, sinergitas TNI – Polri dan KSOP dalam mengemban tugas menyelenggarakan keamanan dalam daerah pelabuhan ini merupakan salah satu komitmen bersama dalam mencegah TPPO.
Baca Juga:
Tersangka TPPO di NTT Berhasil Kirim 12 Orang Calon Tenaga Kerja, Termasuk Anak Kandung
“Saya selalu menegaskan bahwa seluruh personel Polres Manggarai Barat senantiasa siap diri mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat merugikan masyarakat, termasuk bahaya tindak pidana perdagangan orang,” tandasnya.
“Untuk itu Labuan Bajo sebagai gerbang ke luar dari Pulau Flores, perlu mengantisipasi adanya TKI ilegal,” imbuh Ari Satmoko.
Saat ini, lanjutnya, Polres Manggarai Barat terus bersinergi dengan TNI maupun pemerintah dalam melakukan upaya – upaya pencegahan TPPO.
“Upaya pencegahan kita lakukan mulai dari pembentukan Satgas TPPO hingga memberikan sosialisasi tentang bahaya TPPO di tengah-tengah masyarakat,” jelas mantan Kapolres Alor itu. klb/angela